Sudah tidak terhitung lagi berapa kali sang badut teroris, Joker, menghantui kota Gotham dengan segala teror yang dibawa olehnya. Batman selalu berusaha keras untuk mencegah atau menangani kasus yang dibawa oleh Joker. Hampir 80 tahun Joker muncul dalam cerita DC, dan setiap penulis memberikan cerita yang semakin brutal dan mengerikan. Tapi, ada saatnya ketika Joker justru menjadi pahlawan. Berikut adalah ringkasannya.

Melawan Batman Who Laughs

Batman Who Laughs merupakan salah satu karakter yang paling berbahaya dalam karakter DC. Dia berasal dari sebuah Dark alternate universe, dimana karakternya merupakan perpaduan antara Bruce Wayne dengan sosok Joker. Saking gila dan brutalnya, dia mengalahkan seluruh pahlawan dan villain yang ada bahkan Justice League sekalipun.

Satu-satunya cara untuk bisa mengalahkannya adalah Batman, tapi Laughs sendiri merupakan bagian dari Bruce. Sehingga dia tahu, apa langkah yang akan dilakukan oleh Bruce untuk menghadapinya. Oleh karena itu, Bruce yang asli pun tidak bisa berbuat banyak. Merasa tidak ada pilihan, akhirnya Bruce pun meminta bantuan rivalnya yitu Joker untuk menolongnya mengalagkan Laughs. Karena, Laughs tidak tahu apa isi pikiran dari Joker.

Menjadi Ksatria Bagi Gotham

Bagaimana jika Joker adalah sosok yang dipercaya oleh masyarakat Gotham, sedangkan Batman adalah sosok yang tidak lagi diinginkan oleh masyarakat? Hal ini terjadi dalam komik Batman White Knight. Batman menghajar Joker sampai babak belur, dan Joker kemudian mengatakan jika dia bisa mendapatkan perawatan dan sembuh. Bruce memberikan obat yang dia ingin, tapi dia terus dihajar oleh Bruce.

Joker (yang dalam cerita itu bernama Jack Napier) pun akhirnya bebas dan langsung menuntut kepolisian Gotham, dan tuntutannya menang. Joker kemudian mengajukan diri jadi perwakilan masyarakat dan menggunakan kepintarannya dan kemampuannya untuk membersihkan kota Gotham, dari berbagai kejahatan dan kriminal.

Tidak Mengungkapkan Identitas Rahasia Batman

Dalam sejarah Batman dan pertarungannya melawan Joker, sudah pernah disebutkan beberapa kali dalam cerita jika Joker tahu persis siapa identitas asli dibelakang topeng kelelawar tersebut. Namun, Joker berpendapat jika dia mengungkapkan identitasnya kepada dunia terlalu mudah baginya untuk mengalahkan Batman.

Bahkan, dia pernah mengancam seorang bos mafia, Rupert Thorn, untuk tidak mengungkapkan rahasia Batman. Dengan Joker tidak memberi tahukan identitas rahasia Batman sebenarnya menunjukan lebih dari sekedar rasa hormat dan sebuah “itikad baik” Joker kepada Batman. Meskipun, Joker tidak berbicara sedikit pun kepadanya ketika Bruce mengunjungi Joker di Arkham.

Membayar Uang Sekolah Harley

Dalam komik Gotham Confidental, diceritakan bagaimana Joker dan Harley Quinn bertemu. Harleen Quinzel, merupakan seorang gadis biasa mirip seperti gadis lainnya yang berjuang untuk bisa masuk ke sekolah kedeokteran. Untuk itu, dia pun bekerja dan berusaha keras agar biaya sekolahnya bisa terbayar. Suatu hari, Harleen bertemu dengan Joker di sebuah bar dan setelah terjadi sebuah perbincangan akhirnya Joker pun membayar uang sekolah Harleen.

Melawan Red Skull

Joker mungkin merupakan sosok villain yang paling gila, paling sadis, dan paling tidak masuk akal yang pernah dihadapi oleh Batman dan seluruh karakter DC. Tapi, hal itu tidak bisa diartikan jika Joker tidak memiliki standardnya sendiri. Ketika Batman dan Captain America bekerja sama untuk mengalahkan Joker dan Red Skull, Joker tidak sadar dengan siapa dia bekerja sama.

Joker akhirnya sadar siapa Red Skull, dan mengakui bahwa Joker adalah sosok yang gila. Tapi, tingkah gilanya sendiri tidak merugikan orang diluar Amerika. Berbeda dengan Red Skull yang sudah mengancam keselamatan banyak negara. Oleh karena itu, Joker dan Red Skull pun akhirnya saling bertarung satu sama lainnya.

BERSAMBUNG KE HALAMAN 2