One Punch-Man sudah menjadi salah satu seri animasi yang terpopuler dan menghibur beberapa waktu belakangan ini. Meskipun untuk seri manganya sendiri saat ini terus terbit, untuk seri animasinya beberapa waktu yang lalu mereka baru saja menyelesaikan musim keduanya dan bersiap untuk membuat musim ketiga. Dengan banyaknya situasi yang terjadi, berikut adalah momen-momen terbaik dalam seri ini.

Saitama vs Marugori

Pertarungan antara Saitama dan salah satu monster dengan ukuran tubuh raksasa, Giant, terjadi di musim pertama serinya. Sebenarnya monster titan ini pada awalnya adalah manusia biasa, bernama Marugori. Namun, dia berubah menjadi sosok raksasa setelah mengkonsumsi obat steroid yang membuat kekuatannya bertambah sekaligus merubah struktur tubuhnya.

Obat tersebut diciptakan oleh kakaknya, yang merupakan seorang ilmuwan. Dengan ukurannya yang luar biasa masif dan kekuatan yang dia miliki, tidak heran kehancuran di beberapa titik pun terjadi. Melihat kekacauan terjadi Saitama pun akhirnya turun tangan. Dengan satu pukulan ke rahangnya, Giant Man pun akhirnya kalah. Ada fakta menarik dalam pertarungan ini yaitu, Marugori tidak sengaja membunuh kakaknya yang berada di pundaknya karena berusaha untuk membunuh Saitama.

Saitama vs Subterraneans

Pertarungan ini bisa dibilang sangat unik, karena tidak terjadi di dunia nyata. Saitama selalu mendambakan sebuah pertarungan yang menarik, yang membuatnya mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Hal itu terwujud suatu hari, ketika Saitama sedang beristirahat di apartemennya tiba-tiba dia diserang oleh sekelompok monster bernama Subterraneans.

Sayangnya, kemampuan satu pukulan Saitama tidak berfungsi ketika melawan mereka dan hal ini membuat Saitama bersemangat. Akhirnya Saitama pun melawan pemimpin dari kelompok Subterraneans tersebut. Setelah memenangkan pertarungan itu, Saitama pun terbangun dari tidurnya dan tersadar jika semua pertarungan tersebut hanyalah mimpi.

Saitama vs Mosquito Girl

Sebenarnya pertarungannya dengan Mosquito Girl ini tidak benar-benar sebuah pertarungan. Diawali ketika Saitama yang sedang menyiram tanaman diganggu oleh nyamuk. Sekuat apapun Saitama berusaha nyamuk itu ternyata tidak bisa mati. Kesal, akhirnya Saitama mengikuti kemanapun nyamuk itu demi membunuh nyamuk tersebut.

Tapi, Saitama justru bertemu dengan sosok monster nyamuk perempuan. Melihat Saitama yang terjebak diantara monster tersebut, Genos pun muncul berusaha untuk menyelematkannya. Sayangnya, Genos tidak mampu melawan Mosquito Girl bahkan tubuhnya nyaris hancur. Saat akan menghabisi nyawanya, hanya dengan satu kali tamparan ke wajahnya monster tersebut akhirnya kalah. Di momen inilah Genos akhirnya melihat potensi Saitama dan mau menjadi muridnya.

Saitama vs Carnage Kabuto

Selain Beast King, salah satu subjek uji coba dari Dr. Genus adalah Kabuto. Dia pun menantang Saitama untuk bertarung di dalam sebuah ruangan khusus. Aura yang sangat kuat dari Saitama membuat Kabuto sedikit takut dan akhirnya tidak jadi menyerang Saitama. Karena hal itu, dia pun akhirnya berevolusi menjadi Carnage Kabuto.

Evolusi ini benar-benar sangat kacau, karena baru bisa kembali normal dalam waktu seminggu kedepan. Meskipun Carnage Kabuto sangat kuat, nyatanya hanya dengan satu kali pukulan dia tetap tidak mampu melawan Saitama. Sang pahlawan botak tersebut menyadari jika harus menunggu lagi, dia tidak akan bisa mendapatkan potongan harga yang ada di supermarket pada hari itu. Sehingga dia pun harus segera menyelesaikannya.

Saitama vs Genos

Genos dan Saitama akhirnya menyadari jika menjadi pahlawan tanpa terdaftar di asosiasi pahlawan, sama saja tidak ada gunanya. Sebelum mendaftarkan diri ke asosiasi pahlawan, Genos ini melakukan sebuah tes uji coba dengan Saitama. Tujuannya adalah untuk mengetahui sampai sejauh mana kekuatannya dan juga kekuatan Saitama.

Genos mengatakan untuk tidak menahan diri dan menyerang sesuka hatinya. Sayangnya, sekuat apapun usaha Genos dan secepat apapun serangannya Saitama mampu menghindar dan menahan serangan tersebut. Ketika giliran Saitama menyerang, kecepatannya benar-benar diluar batas normal membuat Genos tercengang. Apalagi ketika Saitama melemparkan sebuah pukulan ke arah wajahnya. Meskipun tidak kena, angin dari pukulan itu menyebab bukit di belakangnya hancur.

BERSAMBUNG KE HALAMAN 2