Penggemar seri Harry Potter akan memiliki kesempatan untuk mengunjungi kembali dunia sihir melalui sebuah buku yang berisi gambar interaktif. Jadi, orang-orang dari segala usia dapat mengetahui tiap rahasia baru yang tersembunyi di belakang Hogwarts. Buku ini berjudul Harry Potter: Exploring Hogwarts yang menjadi sebuah buku yang berisi gambar panduan yang akan diluncurkan ada bulan Oktober ini, dan disini kita diberikan first look pada sampul depannya.

Harry Potter: Exploring Hogwarts akan membawa pembaca dalam perjalanan behind the scene melalui berbagai landmark ikonik dalam filmnya. Berbagai ilustrasi rinci dan elemen-elemen penutup memberikan kita akan informai baru, yang mungkin sebelumnya tidak kita ketahui. Pembaca tak hanya dapat menjelajahi lorong-lorong Hogwarts, tetapi mereka juga dapat menjelajahi wilayah-wilayah disekitarnya seperti Forbidden Forest dan juga Hogsmeade. Nah, dibawah ini, kita akan sedikit membahas apa saja yang coba ditampilkan dalam buku ini.

  • Dalam gambar Defense Against Dark Arts Classroom, dimulai dari film Harry Potter and the Chamber of Secrets. Sebuah ruangan kelas dibangun dalam studio. Ruang kelas itu menampung delapan belas meja kelas. Uniknya saat sang pemeran mulai beranjak dewasa, meja pun perlu diganti untuk mengikuti besarnya tubuh dari pemeran tersebut. Lalu ada gambar yang menunjukan profesor Dolores Umbridge di Harry Potter and the Order of the Phoenix. Rupanya ruang kelasnya dibiarkan kosong karena ia khawatir terjadi sesuatu saat ia mengajarkan murid-muridnya tentang defensive magic.

  • Sementara untuk gambar The Forbidden Forest, kini kita tahu bahwa di film pertamanya, mereka memang menjadikan hutan sebagai lokasi syutingnya. Namun setelah itu, mereka lebih memilih untuk membuat sebuah tiruan hutan di studio mereka. Untuk membuat hutan tiruan, mereka menggunakan batang pohon yang digantung di atas set. Kemudian akar-akar buatan dipasang di lantai panggung. Perancang produksi, Stuart Craig memutuskan bahwa semakin jauh masuk ke dalam hutan, maka semakin menyeramkan dan misteriuslah hutan tersebut. Mereka membuat pohon-pohn menjadi semakin besar, dan bahkan kabut yang digunakan dibuat lebih tebal.

  • Dan gambar yang terakhir yang kita bahas adalah gambar Moving Staircases and Talking Portraits. Departemen kostum, prop, seni, dan set dekorasi bekerja sama untuk membuat gambar adegan yang akan di filmkan, dan disaat yang sama gambarnya dilukis oleh seorang seniman, dan gambar-gambar ini diberi tekstur minyak kasar oleh komputer. Selain itu dalam gambar ini juga dijelaskan saat Stuart Craig harus mencari tahu bagaimana agar tangga-tangga yang akan ia buat terlihat bergerak. Ide pertama adalah untuk membuatnya terlihat seperti eskalator. Kemudian Craig memberikan ide bahwa setiap tangga bisa berayun sembilan puluh derajat ke posisi baru. Jadi semua tangga yang ditempatkan pada satu dinding bisa bergerak untuk membuat jembatan ke dinding yang berlawanan.

Sebenarnya, akan masih banyak gambar-gambar lainnya, namun yang hanya kami bahas adalah gambar-gambar tersebut. Harry Potter: Exploring Hogwarts memberikan kita kesempatakan untuk menemukan kembali keajaiban seputar franchise ini. Seni dan fakta dibalik layar sama menariknya bagi pembaca Harry Potter, baik para pembaca yang baru ataupun yang lama. Buku ini hanyalah bagian pertama dari seri buku interaktif berskala besar yang telah direncanakan.