Ketika berbicara mengenai jalan cerita, nampaknya karya dari Eiichiro Oda yaitu One Piece merupakan salah satu yang terbaik. Selama 22 tahun, seri tersebut tumbuh menjadi salah satu seri dengan cerita yang terbaik. Setelah lebih dari 2 dekade berjalan, tentunya ada banyak sekali yang terjadi dalam seri tersebut. Berikut adalah story arc terbaik dari seri One Piece.

Skypiea

Arc Skypiea bisa dibilang merupakan salah satu arc yang underrated atau jalan cerita yang tidak terlalu diperhitungkan di serinya. Cerita ini memiliki semua elemen dari sebuah cerita petualangan yang menarik, dan juga suasana dan lingkungan yang sangat unik di dunia One Piece. Di cerita ini juga, kita disuguhkan sebuah informasi penting tentang poneglyph.

Di akhir ceritanya, Robin kemudian berhasil membaca poneglpyh tersebut yang bercerita tentang senjata kuno, Poseidon. Selain itu terdapat juga sebuah pesan yang disampaikan oleh Gol D. Roger. Dalam pesannya, informasi mengenai sebuah masa yang hilang terdapat di pulau terakhir yaitu Laugh Tale, yang ada di Grand Line. Disana juga disebutkan merupakan lokasi dari keberadaan harta karun One Piece.

Thriller Bark

Selain Skypiea, Thriller Bark juga merupakan salah satu jalan cerita yang kurang begitu mendapatkan perhatian. Luffy dan seluruh kru topi jerami yang terjebak di tengah-tengah lautan mengerikan justru terseret arus yang membawanya ke wilayah Thriller Bark. Situasi kemudian berubah, disaat Luffy mengetahui apa yang terjadi sebenarnya di wilayah tersebut. Luffy dan seluruh karakter di wilayah sana, bersatu demi mengembalikan bayangan mereka yang dicuri oleh salah satu Shichibukai, Gecko Moria.

Selain itu, sebelum mengalahkan Moria Luffy terlebih dahulu harus mengalahkan zombie raksasa Oars yang sudah dimasuki bayangan Luffy. Di arc ini juga topi jerami mendapatkan satu orang kru baru, yaitu Brook. Di arc ini juga kita melihat bagaimana Zoro rela mengorbankan tubuhnya menerima rasa sakit yang dialami oleh Luffy, yang hampir saja tewas dalam prosesnya.

Arlong Park

Mungkin banyak diantara Geeks dan para fans One Piece lainnya yang setuju jika arc ini merupakan cerita awal yang menarik dari seri One Piece. Dalam arc ini, kita diperkenalkan tentang berbagai hal dasar seperti manusia ikan dan tujuh penguasa (Shichibukai). Kita juga mengetahui, cerita masa lalu yang kelam dari salah satu kru awal Luffy, Nami.

Diceritakan jika ketika Nami masih kecil, dia dan saudarinya merupakan budak bagi Arlong. Bahkan di tubuhnya pun terdapat tato Arlong. Setelah dia terbebas, Nami mencoba untuk menutupi tato tersebut dengan memodifikasinya. Pertarungan Luffy dengan Arlong juga penuh dengan adegan-adegan yang emosional. Wilayah kota pun aman, setelah Arlong berhasil dikalahkan Luffy.

Alabasta

Dengan hype yang sudah dibangun sejak arc Whiskey Peak, fans menjadi tidak sabar untuk menyaksikan bagaimana akhir dari cerita tentang Alabasta. Demi menyelamatkan wilayah yang dipimpin oleh sahabat mereka, putri Vivi Nefertari, kru topi jerami rela melakukan apapun untuk mengalahkan sang penguasa Crocodile, yang juga pada saat itu menjadi bagian dari Shichibukai.

Sebagai orang pertama yang berhasi mengalahkan Luffy, dengan cepat Crocodile menjadi salah satu villain utama yang populer dan menjadi orang yang “bertanggung jawab” atas Luffy yang mencoba untuk melampaui batas kekuatannya saat itu. Ketika Luffy sudah berhasil mengalahkan Crocodile, pamor Luffy di mata angkatan laut dan dunia pun mulai diperhitungkan.

Pulau Sabaody

Arc ini sebenarnya mengangkat sisi kelam dari apa yang terjadi di dunia One Piece. Contohnya adalah dimana di pulau tersebut terdapat sebuah lelang yang memperjualkan duyung dan manusia ikan (juga manusia biasa). Tujuannya adalah untuk dijadikan budak. Di arc ini juga kita diperkenalkan dengan salah satu kelompok di tahta tertinggi, yaitu kaum naga langit, yang merupakan keturunan dari pendiri pemerintahan dunia.

Luffy sendiri sudah diperingatkan sebelumnya untuk tidak berbuat macam-macam kepada naga langit. Namun, melihat Hachi yang merupakan temannya ditembak oleh kaum naga langit, Luffy pun tidak segan untuk menghajar mereka. Hasilnya adalah seorang laksamana pun langsung turun ke wilayah tersebut, yaitu Kizaru. Mereka pun harus mengalami kekalahan besar dan merasakan kuatnya kekuatan angkatan laut dan pemerintah.

BERSAMBUNG KE HALAMAN 2