Lotso

Sebenarnya, Woody harus mempelajari pelajaran berharga tentang mempercayai mainan tua, seperti Stinky Pete. Lotso awalnya memang terlihat baik hati, tetapi dengan cepat menjadi jelas bahwa Sunnyside Daycare adalah sebuah penjara, dan Lotso adalah sipir dari penjara tersebut. Awalnya ia dimiliki oleh seorang anak bernama Daisy, sebelum akhirnya Lotso menghilang dan akhirnya ditemukan di Sunnyside. Disana ia mampu untuk membangun kehidupannya yang nyaman untuk dirinya sendiri. Ia percaya bahwa anak-anak itu jahat dan mainan memang tak ada harganya.

Ketika Woody dan teman-temannya menolak aturan Lotso dan mencoba melarikan diri, Lotso mencoba untuk melemparkan mereka ke tempat sampah. Karena hal itu, mereka semua termasuk Lotso, dibawa ke sebuah tempat pembuangan. Namun akhirnya mereka dapat melarikan diri dan memiliki kesempatan untuk menyelamatkan mainan lainnya.

Henry J. Waternoose

Banyak dari villain Pixar yang memulai debutnya sebagai seorang ayah. Waternoose adalah contohnya. Ia adalah CEO Monsters Inc, yang pada awalnya dianggap mentor bagi Sully. Namun, ketika ancaman terhadap perusahaannya mulai muncul, ia menunjukan watak aslinya. Dia hanya peduli dengan keberhasilan perusahaannya.

Ia bahkan berani untuk menggunakan Randall’s Scream Extractor untuk mengambil jeritan dari anak-anak agar lebih efisien, apapun konsekuensinya. Kalimat mengerikan yang terlontar dari mulutnya adalah “Aku akan menculik seribu anak sebelum aku membiarkan perusahaan ini bangkrut!”┬áNamun kalimat tersebut berhasil direkam dan diputar ulang. Semua monster yang mendengarnya lantas meminta untuk menangkapnya.

Syndrome

Syndrome atau Buddy Pine mungkin memiliki tubuh tertnggi dari semua villain di Pixar. Dia menghabiskan banyak waktu dewasanya dengan mengajak para pahlawan super ke pulau miliknya dan membunuh mereka semua menggunakan Omnidroidnya. Syndrome dikabarkan adalah dalang dari lima belas kematian pahlawan super. Sebenarnya, karena hal itulah yang membuat film ini mendapat rating PG pertama bagi Pixar.

Semua kebencian dan kejahatan dalam dirinya berasal dari pertemuan semasa kecilnya dengan sang idola, Mr. Incredible. Mr. Incredible menghancurkan mimpinya untuk menjadi seorang sidekick dengan mengatakan kepadanya bahwa ia tak istimewa. Dia lantas memutuskan untuk memberantas semua orang yang disebut special, atau orang-orang yang memiliki kekuatan super. Ia lantas membuat teknologi untuk menutupi kekurangannya.

Mor’du

Mor’du adalah beruang raksasa, dan salah satu villain yang paling mengerikan dalam sejarah Pixar. Awalnya, pangeran tertua dari kerajaan kuno ini membiarkan rasa lapar akan kekuasaan merusak dirinya. Ketika ayahnya memutuskan untuk membagi kerajaan miliknya kepada ketiga saudaranya, iapun lantas merasa dikhianati dan mencoba melawan keluarganya. Akhirnya dia mencari penyihir dan meminta sebuah kekuatan khusus.

Keingingannya pun terkabul dan mengubahnya menjadi seekor beruang besar. Ia menggunakan kekuatan beruang itu untuk membantai saudara-saudaranya sendiri. Namun setelah ia berhasil membunuh saudaranya untuk menjadi raja sesungguhnya, ternyata seekor beruang tak bisa menjadi raja bagi rakyat-rakyatnya dan mereka pun meninggalkannya. Akhirnya dia membunuh banyak anak buahnya sendiri.

Ernesto De La Cruz

Tubuh De La Cruz mungkin yang paling kurus, tetapi pengkhianatan yang dilakukannya jauh lebih personal. Awalnya ia adalah seorang musisi yang sedang naik daun dari Santa Cecilia. Ia dan sahabat masa kecilnya, Hector lantas bepergian ke Meksiko sebagai duo orang sukses. Hector menulis lagu-lagunya, dan Ernesto menyanyikannya. Namun, Hector bosan dengan kehidupan itu dan ingin kembali kepada istri dan anaknya.

Ernesto tahu bahwa dia bukan siapa-siapa tanpa musik Hector. Alih-alih menerima keputusan temannya, ia lantas memilih untuk meracuninnya, dan mencuri musiknya dengan menganggapnya sebagai miliknya. Ernesto juga meninggalkan tubuh Hector di jalan, agar keluarganya tak pernah tahu. Parahnya, karir Ernesto dalam dunia musik semakin berkembang dan ia memiliki banyak penggemar, Hector lantas dilupakan dan menghilang. Pada akhirnya Ernesto adalah seorang penipu, pembunuh, dan pengecut yang lebih peduli dengan kesuksesannya dari pada temannya.