Pixar memang telah menghadirkan dunia yang cukup aneh, seperti dunia yang dipenuhi oleh mobil, monster, hingga tanah ajaib bagi orang yang telah mati. Tapi selain itu, mereka juga memiliki deretan daftar villain ikonik di tiap film mereka. Beberapa villain malah cenderung memiliki latar belakang cerita yang cukup gelap daripada film Disney biasanya. Nah kali ini kita akan membahas siapa saja para villain tersebut, check this out!

AUTO

Di film WALL-E, manusia telah berpindah dari Bumi yang saat itu udara disana telah beracun. Hampir mustahil bagi umat manusia untuk dapat bertahan hidup disana. Tak ada manusia yang tersisa, tak ada tanaman, dan satu-satunya hewan yang terlihat hidup adalah kecoak. Hal ini disebabkan oleh sebuah perusahaan bernama Buy ‘n’ Large yang membuat planet Bumi tak layak ditinggali.

Tapi, Buy ‘n’ Large pulalah yang menciptakan sebuah kapal baru yang memungkinkan orang untuk hidup diluar angkasa. Namun karena upaya memperbaiki Bumi gagal, CEO Buy ‘n’ Large tak membiarkan siapa pun untuk kembali ke Bumi. 700 tahun kemudian, AUTO (sistem atau robot yang menjaga kapal tersebut) berupaya untuk menyingkirkan tanaman yang WALL-E temukan dalam kapal itu. AUTO pun menggunakan beragam metode kejam dan hampir membuat WALL-E dihancurkan.

Chick Hicks

Chick Hicks memiliki nama panggilan “The Runner-Up”. Panggilan tersebut diberikan lantaran dia dikenal selalu berada diurutan kedua dibelakang Strip “The King”. Ia hidup dengan menghabiskan seluruh karirnya dalam bayang-bayang pembalap lain dan hal tersebut membuat hidupnya semakin suram. Hal suram itulah yang malah mendorongnya untuk memenangkan tiap balapan dengan cara apapun.

Selama perlombaan tie-breaker untuk Piala Piston, Chick sengaja menyebabkan The King berputar di arena balap dan celaka. Akhirnya di akhir balapan, ia berhasil menempati posisi pertama karena Lightning McQueen yang tadinya berada diposisi pertama berupaya untuk membantu The King yang terluka parah. Walau ia memenangkan balapan itu, tapi ia terus mendapat cemooh dari orang-orang yang melihatnya.

Stinky Pete

Meskipun awalnya ia dianggap sebagai karakter yang bijaksana dan dianggap sebagai mentor bagi Woody di paruh pertama film Toy Story 2, namun ternyata Stinky Pete tak memiliki hati yang baik. Dia menghabiskan bertahun-tahun sendirian di kotak mainan tempatnya berada, dan anak-anak memilih untuk bermain dengan boneka yang lebih populer ketimbang dirinya.

Rasa keterasingannya akhirnya membuatnya menjadi jahat, dan ia percaya bahwa anak-anak kelak hanya akan menghancurkan mainan, atau melupakan dan meninggalkan mereka. Ia pun sangat ingin untuk menghabiskan sisa hidupnya sebagai mainan di salah satu museum. Namun karena Woody dan Jessie menolak saat Pete mengajak mereka menjadi mainan yang dipajang di museum, Pete pun berupaya untuk menghancurkan Woody berkeping-keping agar dia tak kabur bersama teman-temannya.

Hopper

Hopper adalah seorang diktator. Ia selalu meminta upeti yang jumlahnya besar dari semut-semut yang ia temui. Parahnya, semua barang yang ia terima ternyata digunakan oleh dirinya dan juga kelompoknya untuk melawati musim dingin dengan mewah. Ia bahkan sering meminta secara paksa biji-bijian dalam jumlah yang banyak, sehingga para semut hampir tak memiliki persediaan makanan yang cukup untuk diri mereka sendiri.

Hopper juga cukup kejam karena pernah membunuh anggota kelompoknya sendiri yang tak mematuhinya. Dia dapat berlaku semena-mena karena ia sadar bahwa semut-semut yang ia perintahin tak akan melawannya. Namun ternyata ketika para semut bergabung bersama, akhirnya mereka bangkit dan dapat menghentikan semua yang dilakukan oleh Hopper dan kelompoknya.

Muntz

Awalnya Muntz adalah orang yang baik, namun karena obsesinya untuk merebut kembali kejayaannya yang hilang, iapun lantas menjadi jahat. Pada puncak karirnya, Muntz menemukan tulang-belulang dari spesies burung baru di Amerika Selatan. Namun, para ilmuan mengklaim kerangka tersebut adalah palsu dan para ilmuan tersebut mempermalukan Muntz di depan umum.

Muntz lantas kembali ke Paradise Falls dan mencoba untuk menemukan anggota spesies langka tersebut yang masih hidup untuk membersihkan nama baiknya. Namun ia menjadi seorang single-minded dalam mengejar tujuan ini. Ia bahkan membunuh penjelajah lain yang dia yakini mencoba mengungkap penemuannya. Bahkan ia tak ragu untuk menembak Carl dan Russel, kala mereka menghalangi tujuannya. Ditambah lagi ia memiliki beberapa anjing ganas yang siap mengejar siapun yang menghalangi jalannya.

BERSAMBUNG KE HALAMAN 2