Pemerintahan yang dipimpin oleh Daenerys ternyata berumur pendek ketika ratu dari Seven Kingdoms tersebut berakhir tragis ditangan kekasih sekaligus keponakannya, Jon Snow. Setelah membakar King’s Landing, Daenerys lantas menjelaskan rencananya sebagai penguasa Westeros. Namun, ia dibunuh oleh Jon untuk mencegah Daenarys menjadi pemimpin Seven Kingdoms.

Menjelang kematiannya, naga Daenerys yang tersisa, Drogon pun melihat tubuh Daenerys yang terkulai lemah. Begitu dia menyadari bahwa ibunya meninggal, dia turun ke mendekatinya. Para penonton pun berpikir bahwa Drogon akan mengarahkan amarahnya pada Jon, tetapi ternyata tidak. Ia malah mengarahkan semburan apinya ke Iron Throne. Banyak yang terkejut akan hal itu dan banyak teori yang bermunculan. Tapi sekarang setelah beberapa bulan sejak Game of Thrones selesai, naskah episode terakhir tersebut seperti mengungkapkan misteri tersebut.

Dalam kutipan naskah dari episode terakhir Game of Thrones, naskah ini seolah menunjukan bahwa Jon dan Drogon benar-benar memahami situasi itu. Drogon tak mau membunuh pria yang tertanggung jawab atas kematian ibunya tersebut. Dalam baris ketiga menjelaskan bahwa Drogon memang tak mau menyakiti Jon bahkan jika dia mau, dan naskahnya akhirnya menunjuk pada Iron Throne sebagai dampak amukan sang naga. Disisi lain, kalimat terakhir kutipan itu menyiratkan bahwa Drogon sengaja membakar Iron Throne untuk memastikan bahwa tak ada yang akan menduduk Iron Throne selain ibunya.

Bagi banyak penggemar Game of Thrones, musim kedelapan dinilai sangat mengecewakan mengingat betapa baiknya musim-musim sebelumnya yang mereka tampilkan. Mungkin kematian Daenerys tak bisa dihindari, tetapi yang kita lihat dalam episode terakhir tersebut seperti terburu-buru untuk dieksekusi. Adegan tersebut tak memiliki dampak emosional yang orang harapkan dari dua karakter yang paling dicintai dalam seri tersbut.