Cerita komik terbaru X-Men, House of X #1 sudah resmi dirilis. Jadwal perilisan ini berjarak kurang lebih enam bulan dari komik X-Men sebelumnya. Komiknya sendiri menceritakan tentang kebangkitan Charles Xavier dari kematiannya dan membangun sebuah negara mutan. Negaranya sendiri berada di tengah-tengah sebuah pulau hidup di wilayah Pasifik, Krakoa.

Krakoa sendiri sudah menyebarkan perwakilan negara mutan keseluruh dunia (dan luar dunia). Manusia dibujuk untuk bisa menerima keadaan terebut, Krakoa sendiri memberikan sebuah penawaran kepada mereka yaitu tanaman Krakoa yang sangat membantu manusia. Tumbuhan tersebut bisa menyembuhkan berbagai pernyakit yang ada. Tapi, apakah semuanya benar?

Pembukaan Yang Aneh

Cerita House of X #1 dibuka dengan satu adegan teraneh yang pernah muncul dalam komik X-Men. Dua halaman pertama memperlihatkan sebuah sosok misterius berdiri di tumbuhan Krakoa. Pintu pesawat terbuka, dan para mutan pun muncul. Seluruh mutan tersebut tidak mengenakan busana, dan mereka merangkak menuju sosok yang menggunakan helm.

Adegan tersebut benar-benar sulit untuk dijelaskan, karena adegantersebut tidak ada kaitannya dengan ceritanya. Warna tumbuhan di Krakoa juga berwarna hitam, bukan hijau, yang berarti bahwa tempat tersebut bukan Krakoa. Hickman sendiri menyebut tempat tersebut sebagai “No-Place”.

No-Place adalah sebuah habitat yang ada di luar kesadaran Krakoa. Sebuah tempat di dalam ekosistem pulaunya yang tidak diketahui oleh Krakoa. Sehingga, dapat diasumsikan jika tempat tersebut merupakan No-Place.

X-Men Keluar Dari karakternya

Karakter X-Men di komik House of X #1 terasa sangat aneh, tidak seperti karakter yang kita kenal. Tiga diantaranya yang paling terlihat, yaitu Jean Grey, Magneto, dan Cyclops. Hickman memberikan Jean Grey kostum klasik “Marvel Girl” beserta nama samarannya. Dia memimpinpara mutan muda menuju gerbang Krakoa untuk pergi ke negara mutan.

Dia membawa anak-anak tersebut ke dekat sebuah laguna, dimana sosok berjubah hitam dan menggunakan helm tersebut adalah Professor Xavier. Sesaat, Jean terasa tidak nyaman karena merasakan ada yang tidak beres. Namun, Xavier memberikan pesan telepati kepadanya bahwa semuanya baik-baik saja.

Karakter kedua adalah Magneto. Secara mengejutkan, Xavier justru menunjuk Magneto menjadi perwakilan negara mutan di dunia. Pesan yang disampaikan Magneto pun sangat kuat. Dia memperlihatkan kekuatan ras mutan dengan mengirimkan pesan melalui telepati kepada para perwakilan manusia. Magneto mengatakan bahwa manusia kini memiliki tuhan yang baru, yaitu mutan.

Ketiga adalah Cyclops. Dia dikirim untuk membawa pulan tiga orang mutan yang ketahuan kabur melalui sebuah gerbang. Ketiganya adalah Mystique, Sabretooth,dan Toad. Mereka mencuri rahasia teknologi dari Damage Control, rencana yang bisa menimbulkan kehancuran dunia. Mereka dikejar oleh kelompok Fantastic Four, tapi Cyclops mencegah mereka. Cyclops memaksa Fantastic Force untuk melepaskan ketiga mutan tersebut.

Cyclops bersikukuh bahwa dunia sudah setuju dengan sebuah amnesti mutan dan sudah berjalan. Setiap kejahatan yang dilakukan oleh mutan akan langsung dikaitkan dengan amnesti mutan yang berlaku tersebut. Jika dilihat seksama, sepertinya ada sesuatu yang salahdengan para X-Men ini. Mereka justru lebih memilih jalan hidup ala Magneto dibandingkan Xavier. Ini mirip dengan yang terjadi di film Astonishing X-Men, ketika pikiran Wolverine dimanipulasi.

Apakah Mereka X-Men Asli?

Kunci dari cerita ini sepertinya ada di Krakoa sendiri. Pulau Krakoa sendiri pertama kali diperkenalkan dalam komik Giant-Size X-Men #1, dimana pulau ini terletak di dekat wilayah untuk melakukan pengetesan bom atom. Radiasi dari bom tersebut menciptakan sebuah entitas yang baru, dengan seluruh bagian dari pulaunya menyatu menjadi sebuah ancaman yang mengerikan dan berbahaya.

Krakoa sendiri merupakan entitas yang parasit, dengan menyerap energi kehidupan khususnya energi mutan. Krakoa pernah menangkap X-Men yang asli dan membiarkan Cyclops kabur dari sana, dengan tujuan membawa mutan lainnya ke wilayah tersebut. Pada akhirnya Charles Xavier berhasil mengalahkan Krakoa dengan mengirimkan tim Genesis yang kedua (setelah yang pertama gagal), yang terdiri dari Wolverine, Storm, Nightcrawler, dan Colossus.

Krakoa pun terlempar ke luar angkasa, namun benuh dan sisa-sisa pulaunya masih tersisa di bumi dan sudah menciptakan berbagai kehidupan di wilayah laut Pasifik dan Amerika utara. Dalam komik Excalibur #31, Nightcrawler terdampar di sebuah pulau Krakoa lainnya. Disana, dia mengetahui jika Krakoa yang pertama sudah menyerap kode genetik dari setiap makhluk yang dia hadapi.

Krakoa yang dihadapi oleh Nightcrawler sendiri terdapat pods atau pesawat modern yang mirip dengan yang ada di halaman awal House of X #1. Berdasarkan hal tersebut, bisa ditarik kesimpulan jika sebenarnya yang ditampilkan di cerita ini bukanlah sosok X-Men yang asli melainkan tiruannya. Hal tersebut bisa menjelaskan mengapa Cyclops memiliki kedua matanya, Jean Grey menggunakan kostum yang dia gunakan saat bertarung dengan Krakoa, dan mengapa beberapa karakter kembali dari kematiannya.

Mereka semua merupakan mutan yang pernah dihadapi Krakoa sebelumnya. Sementara itu, Professor Xavier yang tidak pernah melepaskan helmnya mengisyaratkan ada sesuatu yang disembunyikan. Sepertinya, komik garapan Hickman ini sama sekali bukan reboot melainkan serangan yang dilakukan oleh Krakoa.

Negara mutan yang ada di Krakoa bisa diartikan bahwa ada banyak benih Krakoa yang tersebar di seluruh dunia. Dengan tersebarnya tanaman Krakoa yang berada di seluruh dunia, hal tersebut terlihat seperti sebuah rencana invasi yang dilakukan oleh Krakoa. Lalu, bagaimana manusia melindungi dirinya? Ada dua cara pertama adalah dengan mengaktifkan Orchis Protocol, sebuah aturan anti mutan yang sudah berlaku dan membuat ras mutan berada di level kepunahan.

Kedua adalah X-Men sendiri. Tapi, jika mereka yang ditampilkan dalam ceritanya merupakan kloning atau tiruan, lalu dimana X-Men yang asli? Hickman sepertinya akan menjawab pertanyaan terebut di series House of X ini.