Seri One-Punch Man merupakan sebuah seri animasi yang menceritakan sebuah dunia yang berisi para pahlawan, penjahat, dan juga berbagai macam monster. Untuk menghabisi monster dan para penjahat tersebut, dan mencegah jatuhnya korban jiwa tentunya sudah menjadi tugas wajib bagi para pahlawan yang ada di dalam cerita.

Tapi, berbeda dengan cerita superhero yang kita kenal selama ini di berbagai media, para superhero dalam cerita One-Punch Man memiliki sebuah aturan khusus (aneh) yang harus dipatuhi para pahlawan. Sehingga para pahlawan tersebut tidak bisa sembarangan bertarung dan menghajar penjahat dan monster. Lalu, apa saja peraturan (aneh) yang harus diikuti para pahlawan dalam cerita One-Punch Man?

Daftar Ke Asosiasi Pahlawan

Geeks mungkin masih ingat dengan cerita di film Captain America: Civil War, dimana Tony Stark dan Steve Rogers berdebat untuk memutuskan apakah superhero harus terdaftar di pemerintah dunia atau tidak. Dalam cerita One-Punch Man, terdaftar di asoasi pahlawan merupakan sebuah hal yang wajib dilakukan seseorang jika ingin menjadi pahlawan.

Either you be a superhero, or a superzero. Itulah kira-kira ungkapan yang pas untuk menggambarkan para pahlawan di cerita OPM. Jika seseorang yang ingin menjadi pahlawan tidak terdaftar (atau mendaftar) di asosiasi pahlawan, sekeren dan setangguh apapun mereka pastinya tidak akan dianggap sebagai pahlawan. Justru mereka akan dianggap sebagai orang aneh oleh masyarakat. Ini juga yang menjadi alasan bagi Saitama untuk akhirnya memutuskan bergabung dengan asosiasi pahlawan.

Lolos Tes Seleksi

Tidak mudah untuk menjadi pahlawan dalam cerita OPM. Setelah seorang calon pahlawan mendaftar di asosiasi pahlawan, aturan selanjutnya adalah mengikuti tes seleksi. Seperti yang ditunjukan dalam seri animasinya, sebelum para calon pahlawan tersebut turun ke jalan dan membantu masyarakat, mereka akan melakukan beberapa tes untuk menyeleksi para kandidat yang layak.

Untuk tes fisik sendiri, mereka harus melompat dari sisi ke sisi dalam waktu tertentu, berlari sepanjang 500 meter dalam waktu sesingkat mungkin, angkat beban, dan mungkin yang paling aneh adalah tes memukul tikus yang muncul dari lubang (seperti salah satu permainan arcade games). Setelah lolos tes fisik, para calon pahlawan tersebut akan masuk ke tahap tes wawancara yang akan dilakukan oleh para eksekutif dari asosiasi pahlawan.

Ada Berbagai Kelas Pahlawan

Anggap saja para calon pahlawan tersebut sudah berhasil melampau tes seleksi yang sangat ketat. Tentunya mereka akan memiliki hasil yang berbeda-beda, tergantung berdasarkan usaha dan penilaian dari para eksekutif asosiasi pahlawan. Hasil tersebut akan menentukan para calon pahlawan untuk masuk ke dalam kelas atau kelompok pahlawan.

Dalam cerita OPM, ada empat kelas yang dibuat oleh asosiasi pahlawan yaitu kelas C, yang merupakan kelas paling rendah, kelas B, kelas A, dan kelas S yang merupakan kelas tertinggi. Masing-masing kelas tentunya akan menuntaskan misi yang sesuai dengan mereka. Terkadang, butuh beberapa pahlawan dari berbagai kelas untuk mengalahkan satu musuh. Tapi, yang pasti semakin tinggi kelasnya, semakin sulit musuh yang akan dihadapi.

Membuat Laporan Aktifitas Pahlawan

Mungkin rasanya tidak terdengar adil bagi para pahlawan kelas bawah untuk membuat sebuah laporan aktivitas pahlawan, sedangkan para pahlawan top class tidak perlu melakukan hal itu. Para pahlawan dari kelas C harus membuat laporan tentang kegiatan pahlawan mereka, dan melaporkannya kepada asosiasi pahlawan. Selain itu, mereka juga harus memenuhi tugas yang diberikan setiap minggunya.

Tentunya ini menjadi masalah besar ketika kota tempat mereka tinggal sama sekali tidak ada tindakan kriminal. Mungkin ini jugalah alasan bagi salah satu pahlawan dari kelas C, Mumen Rider, untuk terus muncul dimanapun kejahatan berada. Contohnya adalah ketika Garou muncul atau ketika Deep Sea King muncul dan mengancam para warga.

Harus Mengikuti Perintah Asosiasi Pahlawan

Menjadi seorang pahlawan mungkin merupakan salah satu hal yang hebat di dunia, khususnya dalam cerita OPM. Tapi, bagaimanapun sang pahlawan mampu menghajar musuhnya dan sekuat apapun pahlawan tersebut mereka harus “patuh” terhadap panggilan atau perintah dari asosiasi pahlawan. Contohnya adalah dalam salah satu cerita Tatsumaki sedang bertarung dengan salah seorang monster. Ketika asosiasi pahlawan memintanya untuk kembali, dia pun kembali.

Namun, ada satu permasalahan besar yang mungkin tidak disadari. Asosiasi pahlawan merupakan organisasi yang didanai oleh para pengusaha dan hasil donasi. Permasalahan kepentingan tentunya bisa saja muncul di tengah-tengah cerita, yang mengakibatkan para pahlawan harus saling menyerang satu sama lain atau mengancam para pahlawan untuk mencoret nama mereka jika tidak mengikuti perintah. Untungnya hal itu belum terjadi sampai saat ini. Tapi, aturan yang mengharuskan para pahlawan mengikuti perintah asosiasi, tanpa perduli apapun, terdengar sangat “aneh”.

BERSAMBUNG KE HALAMAN 2