Di tahun 2008 silam, film garapan Matt Reeves, Cloverfield, memperkenalkan kita kepada sosok monster besar mengerikan yang disebut sebagai The Cloverfield Monster. Monster Clover sempat dikaitkan dengan apa yang terjadi di film sekulenya, 10 Cloverfield Lane, pada 2016 dan kembali hadir dalam film The Cloverfield Paradox. Kemunculan monster mengerikan seperti Cloverfield pastinya memunculkan banyak pertanyaan. Berikut adalah pembahasan tentang monster Clover.

Apa Itu The Cloverfield Monster

Clover atau Cloverfield Monster, tidak memiliki spesies resmi atau nama spesies yang bisa menggambarkan sosoknya. Tapi, pemerintah Amerika (di film tersebut) memiliki sebuah panggilan khusus untuk monster tersebut. Mereka menyebut The Cloverfield Monster sebagai sebuah “Serangan Agresi Skala Besar” atau Large Scale Agressor (LSA).

Spekulasi yang muncul adalah Clover merupakan makhluk bawah air atau makhluk yang berasal dari dimensi yang lain. Clover sebenarnya merupakan monster anak-anak dari spesiesnya, yang terpisah dari kelompoknya. Dikendalikan oleh rasa panik, makhluk tersebut justru menjadi mesin penghancur bagi kota New York. Hal itu membuat pihak Militer akhirnya berusaha untuk membunuh Clover. Dia sangat besar, ketakutan, dan juga kuat.

Apa Kekuatan/Kemampuannya?

Clover sang monster Cloverfield tidak memiliki kemampuan atau kekuatan khusus, karena makhluk tersebut masih sangat “kecil” dan kita belum melihat spesies ini melakukan atau mengeluarkan kekuatan apapun. Bahkan mungkin Clover sama sekali tidak memiliki kekuatan. Apa yang diperlihatkan oleh monster tersebut hanya satu, dia merupakan monster yang kuat.

Buktinya adalah dia mampu bertahan dari serangan mulai dari kaliber kecil sampai kaliber besar dan juga roket bahkan beberapa bom. Dengan mampu menahan seluruh serangan dari militer tersebut, Clover terus membuat kekacauan dan kehancuran di New York. Hal itu memaksa pasukan militer untuk mengaktifkan protokol “Hammer Down”, dimana Clover kemudian akan “dihujani” oleh bom demi bisa membunuhnya. Menurut Special Investigation Mode dari perilisan BluRay filmnya, Clover disebutkan sudah tewas.

Bisakah Monster Tersebut Dikalahkan?

Para penonton film Cloverfield rasanya juga tidak akan tahu apa metode yang digunakan dalam protokol “Hammer Down” selain kita melihat banyaknya bom yang diarahkan kepada Clover. Kita juga tidak pernah tahu atau tidak pernah diperlihatkan apa yang terjadi setelah kejadian tersebut, kita tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk membunuh sang Large Scale Agressor.

Pertanyaanya kemudian seberapa besar kekuatan yang harus kita kerahkan untuk mengalahkan Clover? Dengan teori protokol “Hammer Down” yang bisa menghancurkan pulau Manhattan,  juga bom yang digunakan juga harus memiliki daya ledak yang sangat tinggi, bisa dipastikan untuk bisa membunuh makhluk tersebut dibutuhkan sebuah usaha yang sangat besar. Hal ini tentunya “merepotkan” jika Clover kembali hidup.

BERSAMBUNG KE HALAMAN 2