War of Realms dimulai dengan sedikit kejutan, ketika Malekith mengirimkan Dark Elf untuk membunuh Odin sebelum serangan Midgard dilakukan. Odin menderita luka parah pasca itu, tetapi ia terlalu sulit untuk ditumbangkan. Ia lantas bergabung bersama Valkyrie untuk menyelamatkan Bumi. Odin yang kini lemah ingin kembali berperang lantaran ia ingin menyelamatkan istrinya, Freya yang sedang dalam misi bunuh diri di Svartalfheim, guna mencegah pasukan Malekith mengakses portal transportasi utama mereka, Black Bifrost.

Untungnya, Tony Stark, Shuri dan Screwbread telah bekerja keras untuk menciptakan “hadiah” bagi Odin. Ini adalah armor yang didesain oleh Tony, dibentuk oleh Screwbeard dan dicampur dengan bahan Vibranium murni oleh Shuri dan mereka menjulukinya, Iron All-Father. Armor ini benar-benar epik. Ada lambang Asgard yang bersinar di dada armor tersebut, sementara helmnya yang hanya memiliki satu mata, dan terdapat klasik khas Odin.

Lainnya, Iron Man ini memiliki kemampuan untuk terbang, serta menembakan ledakan energi dari telapak tangannya. Menariknya, armor tersebut tak digunakan oleh Tony melainkan armor tersebut digunakan oleh Odin untuk datang menolong Freya seorang diri dan menghabisi para Dark Elf yang menghalangi jalannya. Namun karena kalah jumlah, Odin dan Freya tak punya pilihan lain selain menghancurkan Black Bifrost.

Ledakan dahsyatpun mengirimkan dampak besar yang tak hanya menghancurkan pasukan Malekith tetapi juga mengunci para Dark Elf sehingga mereka tak lagi bisa berteleportasi. Berkat apa yang Odin lakukan, ia berhasil dan Avengers sekarang memiliki kesempatan untuk melawan. Tapi memang itu harus dibayar mahal. Nasib Freya dan Odin setelah ledakan itu masih belum dijelaskan, apakah mereka berdua tewas atau masih tetap hidup.