Isaiah Bradley


Setelah kematian Dr.Erskin dan hilangnya serum Super Soldier, pemerintah AS secara paksa merekrut sejumlah tentara Afrika-Amerika untuk menjadi bagian dari program Super Soldiers. Dari 300 subjek tes, hanya segelintir termasuk Yesaya Bradley yang selamat.

Bradley dan rekan-rekannya dikirim dalam sejumlah misi operasi khusus selama perang dunia II, yang terakhir mereka dikirim untuk menghentikan seorang ilmuwan Jerman yang menciptakan serum Super Soldier. Misinya sukses, meskipun Bradley ditangkap karena
mencuri kostum dan perisai Captain America, yang dia gunakan selama misi terakhirnya itu. Dia menjalani hampir dua dekade di penjara.


Clint Barton


Barton sebenarnya tidak secara resmi menyandang gelar Captain America. Pasalnya Barton saat itu hanya membuktikan dirinya sebagai salah satu orang yang bisa melempar perisai Captain America secara akurat, dan saat itu ia juga ditawari untuk mengambil peran sebagai Captain America yang sebelumnya telah tewas.

Namun Barton akhirnya menolak karena dia merasa jika ia menerima tawaran sebagai Captain America, ia berarti tidak menghormati teman lamanya itu. Kemudian ia juga menolak Stark karena menyerahkan perisai Captain America ke mantan sidekick Rogers, yaitu Bucky Barnes.


William Burnside


William Burnside adalah definisi yang sangat jelas tentang seorang penggemar yang terobsesi dengan hal yang terlalu jauh. Tumbuh selama perang dunia II, dia sangat mengidolakan Captain America. Ia mencurahkan hidup dan karirnya untuk mempelajari tentang Captain America. Pada awal 1950-an ketika melakukan penelitian di Jerman, Burnside menemukan catatan yang mengungkapan identitas Captain America bersama dengan formula serum Super Soldier.

Burnside menolak untuk membongkar formula Super Soldier kepada pemerintah kecuali mereka mengizinkannya menjadi Captain America yang baru, tetapi setelah perang Korea, mereka memutuskan bahwa Captain America tidak lagi diperlukan. Burnside menolak untuk mundur dan tidak hanya menyuntikkan dirinya dengan serum super Soldier, tetapi mengubah namanya menjadi Steven Rogers dan menjalani operasi plastik untuk membuat dirinya terlihat persis seperti pahlawan masa kecilnya.

Sebagai Captain America, ia berhasil menghentikan beberapa serangan teroris yang dilakukan oleh agen Soviet, tetapi serum Super Soldier dalam darahnya akhirnya mulai membusuk dan membuatnya menjadi gila. Dia akhirnya ditangkap setelah menyerang warga sipil yang tidak bersalah yang ia yakininya sebagai mata-mata komunis.


Roscoe Simons


Kala itu karena kecewa dengan negara dan pemerintahannya, Rogers meninggalkan gelar Captain America dan mengambil nama Nomad. Dengan berkat Rogers, Roscoe Simons, seorang mantan mekanik, mengambil gelar sebagai Captain America. Karena Falcon khawatir akan keselamatan Simons, ia mecoba meyakinkannya untuk melepaskan gelar sebagai Captain Ameria.

Namun Simons menolak dan ternyata ketakutan Falcon menjadi kenyataan ketika karir Simons harus berakhir di tangan Red Skull. Kematian Simon
mengilhami Rogers untuk kembali ke posisinya sebaga Captain America meskipun ia masih kecewa terhadap pemerintah.


John Walker


Selama tahun 80-an dan 90-an baik Marvel maupun DC memiliki kecenderungan untuk menciptakan versi karakter yang lebih gelap dan lebih ekstrim. Kadang-kadang, seperti halnya dengan banyak karya Frank Miller, hal ini bagus karena bisa menghasilkan
beberapa cerita baru yang sangat bagus. Di lain sisi, sepertinya mereka mencoba terlalu keras. John Walker ini adalah salah satu contohnya.

Setelah Steve Rogers mengundurkan diri sebagai Captain America karena merasa pemerintah AS yang korup, Walker dipilih untuk menggantikannya. Sebelumnya ia dikenal sebagai Super Patriot, Walker adalah Captain America yang jauh lebih keras yang tidak
memiliki keraguan untuk membunuh atau melukai musuh-musuhnya. Dia akhirnya bertemu dengan Rogers yang menyakinkannya untuk meninggalkan cara kekerasan yang ia tempuh. Walker kemudian mengembalikan kostum dan gelar Captain America ke Rogers. K

arier Walker sebagai pembasmi kejahatan masih jauh dari selesai, ia melanjutkan untuk menebus dirinya dengan berjuang bersama dengan berbagai tim superhero sebelum akhirnya ia menjadi sipir penjara manusia super yang dikenal bernama the Raft.


Scott Summers


Scott Summers, atau yang lebih dikenal sebagai Cyclops merupakan pemimpin X-Men dan telah memperjuangkan hak mutan selama beberapa dekade. Di universe Earth 81122, karena sebuah kecelakaan yang merenggut kekuatan Rogers dan Scott, membuat Rogers harus meninggal karena penuaan yang cepat. Untuk menghormati temannya yang telah tiada, Scott mengambil perisai Steve dan memimpi anggota X-Men yang tersisa sebagai Captain America.


Sam Wilson


Selain Bucky, teman dekat Steve yaitu Sam Wilson atau yang lebih kita kenal sebagai Falcon juga pernah menjadi Captain America. Ketika serum Super Soldier dalam tubuh Steve mulai hilang, Steve merasa bahwa dirinya menua dan tidak dapat melanjutkan tugas sebagai Captain America.

Setelah menggagalkan rencana Arnim Zola untuk meledakkan bom di New York yang hampir mengorbankan nyawanya, Steve memutuskan untuk menyerahkan tugasnya sebagai Captain America kepada temannya Sam Wilson. Begitu pun dengan masa depan Sam Wilson versi MCU, ia seperti yang kita tahu, akan meneruskan alter ego sebagai Captain America. Lalu, apakah dirinya mampu mengemban tugas berat tersebut?