Ketika The Killing Joke diterbitkan 30 tahun lalu, komik itupun langsung disambut baik oleh para kritikus sebagai kisah Batman terbesar yang pernah diceritakan kala itu. Ditulis oleh Alan Moore, komik ini memenangkan penghargaan Eisner pada tahun 1989, dan masuk kejajaran daftar buku terlaris versi New York Times selama satu dekade setelah perilisannya.

Ini adalah buku komik setebal 46 halaman yang penting karena didalamnya diceritakan mengenai kisah perseteruan antara Batman dan musuh tertuanya, Joker. Namun, walau ini adalah komik Batman, tapi justru mereka memusatkan cerita kepada Joker, yang tak lain adalah antagonis utama dalam seri ini. Disinilah diceritakan bagaimana Joker bisa menjadi sosok menakutkan seperti yang kita lihat sekarang ini.

Hiro Studios

Dalam komik ini, Joker yang tadinya hidup normal mengalami satu masa terburuk dalam hidupnya yang itu membuat segalanya berubah 180 derajat. Hari buruknya itu dimulai saat ia gagal sebagai seorang komedian, tapi sebenarnya bukan itu hal buruk yang memotivasinya untuk berubah menjadi jahat, tetapi saat ia kehilangan istri dan anaknya yang masih dalam kandungan. Mereka meninggal dalam sebuah kecelakaan yang sangat tragis. Puncaknya saat ia terpaksa untuk melakukan aksi kejahatan dan terjebur ke dalam sebuah bahan kimia yang membuat kulitnya berwarna putih dan rambutnya berwarna hijau.

Sang villain yang juga bermata hijau ini telah membuktikan bahwa semua orang normal dapat masuk ke dalam kegilaan di waktu yang singkat. Iapun melakukan kejahatan tanpa motif yang jelas dan semata-mata hanya untuk membuktikan bahwa segala kejadian yang menimpanya itu juga terjadi kepada orang lain.

Selain menceritakan cikal bakal Joker, komik The Killing Joke ini juga mengangkat kisah Joker yang mencoba mengusik Batman dengan kegilaannya.

Cerita dimulai saat Joker menculik komisiaris Jim Gordon, dimana ia harus menghadapi mimpi buruk terbesar dalam hidupnya. Gordon disiksa secara tidak manusiawi oleh Joker. Saat hendak menculik Gordon, Joker juga sempat menembak Barbara yang tidak lain adalah putri dari Jim Gordon yang ternyata adalah sosok dibalik karakter Bat Girl. Setelah ditembak dan dilumpuhkan, Joker lantas melakukan tindakan yang tidak pantas terhadap Barbara.

Yang menarik dari cerita ini, adalah saat penulis Moore bertanya kepada editor DC, Len Wein. Apakah DC setuju dengan cara Moore memperlakukan Barbara lewat aksi yang dilakukan oleh Joker? Jawaban dari DC adalah “Ya tidak apa-apa untuk melakukan hal tersebut.” Setelah Moore membuat cerita kelam ini pada karakter Barbara, tampaknya Moore sedikit menyesal telah membuat cerita tersebut. Dalam suatu sesi tanya jawab di Goodreads, Moore mengatakan bahwa cerita yang dia buat terlalu kasar dan juga terlalu sensual.

Barbara sendiri akhirnya mendapatkan porsi ceritanya sendiri. Di tahun 2011, Simone mulai menulis komik Bat Girl terbaru untuk DC Comics. Barbara di sini, diceritakan masih trauma secara fisik dan psikis karena ulah yang dilakukan Joker. Walau Joker ingin para korbannya untuk menjadi sama gilanya dengannya, trauma secara fisik dan psikis Barbara di sini tak dapat membuatnya berubah. Barbara digambarkan sebagai seorang wanita tangguh dan pejuang. Tampaknya Simone akan berpikir dua kali untuk menulis ulang kisah Barbara.

Mengesampingkan kisah Barbara, The Killing Joke secara teknis tetap luar biasa dalam karya tulis dan seni. The Killing Joke merupakan gebrakan DC di tahun 1980an, yang berhasil merubah isi dan gambaran komik kebanyakan yang ceria, lucu dan hanya untuk anak-anak. Mereka merubahnya menjadi begitu gelap dan berhasil membangun brand DC sebagai penerbit Dark Comics yang tidak cocok untuk anak-anak (kala itu).

Tiga dekade kemudian, warisan dari The Killing Joke dapat dianggap sebagai dua sisi mata koin yang berbeda. Mungkinkah komik yang menurut penulisnya sendiri Moore, terlalu keras, gelap dan ia pun sendiri merasa menyesal menulis kisah tersebut. Apakah karyanya tersebut akan melewati batas-batas normal dalam masyarakat ? ataukah menjadi genre baru yang disukai? Terlepas dari semua itu komik ini benar-benar memperkenalkan kita lebih dalam akan sosok Joker yang kita kenal sekarang dengan menjadi supervillain yang paling ditakuti di DC Universe.

Hiro Studios