Warning: Artikel ini mengandung HARD SPOILER untuk Avengers: Endgame, read with your own risk!

Avengers: Endgame akhirnya telah tiba di bioskop dan sekarang kita dapat melihat apa yang terjadi pada para pahlawan terkuat di Bumi setelah peristiwa tragis yang menimpa mereka di akhir Avengers: Infinity War. Setelah tiga jam di bioskop, berbagai pertanyaan akhirnya terjawab. Rasanya begitu emosional dan begitu banyak yang terjadi dalam film itu, terutama dalam 45 menit terakhir.

Saatnya kita membahas tentang akhir dari Avengers: Endgame, dan apa artinya ending ini bagi para karakter, serta bagaimana mereka mengakhiri cerita-cerita dari Infinity Saga. Last warning, artikel ini akan berisi spoiler dari Avengers: Endgame, jadi buat kalian yang masih belum menonton dan tak ingin ada membaca spoiler ini maka jangan dilanjut ya Geeks!

Final Battle

Para Avengers yang tersisa berhasil mengumpulkan kembali semua Infinity Stones berkat metode time traveling yang mereka gunakan. Setelah semua batu terkumpul, mereka lalu menggunakan kembali kekuatan Infinity Stones. Namun kali ini berberbeda, dimana Infinity Stones digunakan oleh Bruce Banner untuk mengembalikan semua orang yang menjadi korban Thanos.

Nyatanya cara itu berhasil dimana para karakter hilang kini telah kembali bertarung bersama Avengers guna mengalahkan Thanos. Namun Thanos tetap menjadi musuh yang sulit dikalahkan, sampai disatu titik Thanos berhasil merebut Infinity Gauntlet yang telah susah payah para Avengers lindungi.

Thanos dengan percaya diri memandang Tony dan mengulangi kalimat ikoniknya, “I am inevitable” sebelum akhirnya menjentikan jarinya untuk mengakhiri kembali semua kehidupan di alam semesta. Dalam adegan itu terlihat bahwa Thanos berhasil menjentikan jarinya sekali lagi, namun tak terjadi hal apapun. Ternyata, Tony berhasil mengeluarkan semua Infinity Stones dari Gauntlet tersebut ketika dia melakukan kontak dengan Thanos.

Alih-alih membawa lari semua batu Infinity Stones itu, Tony malah memasang seluruh Infinity Stones tadi pada armor miliknya. “And I am…. Iron Man.” ujarnya, ia lalu menjentikan jari dan membuat semua pasukan Thanos terurai menjadi debu, seperti yang terjadi pada para Avengers di akhir Infinity War. Dan tak lama setelah itu Thanos juga turut menghilang menjadi debu. Namun sayangnya, hal itu harus dibayar mahal.

Kematian Iron Man

Menggunakan Infinity Stones dapat merugikan siapun yang mencoba menggunakannya. Baik Thanos dan Hulk bahkan terluka parah ketika mencobanya, padahal yang kita tahu bahwa kedua karakter tadi adalah karakter yang hampir tak dapat dihancurkan, dan Tony bukanlah orang yang dapat menahan kekuatan besar dari Infinity Stones.

Ketika Tony menjentikan jarinya, itu membuat nyawanya melayang. Tubuhnya tak dapat menahan kekuatan besar itu. Ini menjadi laga akhir dari Tony dimana tanda-tanda kematiannya terlihat saat cahaya di Arc Reactor pada dadanya memudar. Disana para anggota Avengers yang selamat berduka, apalagi Pepper yang tak lain adalah istri dari Tony. Seolah momen ini tak cukup menyedihkan, kalimat terakhir dari Pepper benar-benar mengantarnya pulang. “Kita akan baik-baik saja. Kamu bisa istirahat sekarang.”

Kesedihan itu terbawa sampai ke adegan pemakamaan yang dilakukan di rumah Tony di tepi danau. Untuk mengucapkan selamat tinggal, Pepper meletakan Arc Reactor ke atas air yang diatasnya tertulis tulisan “Bukti bahwa Tony Stark memiliki hati.” Kalimat itu pernah dilontarkan Pepper dalam film Iron Man lalu yang dilontarkannya di saat awal kisah cinta Tony dan Pepper terjadi. Tony Stark mati untuk menyelamatkan semua orang, dan itu membuktikan betapa dia memiliki hati mulia.

BERSAMBUNG KE HALAMAN 2: