Avengers: Endgame menjadi sebuah film penutup dari Infinity Saga, dimana film ini  menjadi puncak dari 22 film di MCU yang telah ada selama sepuluh tahun terakhir. Kesemua film tadi dibagi kedalam 3 fase, yang dimulai dari fase pertama dengan film Iron Man didalamnya, dan berakhir di fase 3 yang akan di tutup oleh film Spider-Man: Far From Home. Mungkin ada dari kalian yang bertanya-tanya mengapa Far From Home yang malah akan menjadi film akhir dari fase 3? Nah, baru-baru ini Kevin Feige mengungkapkan hal yang mengejutkan, dimana ia menyebut bahwa Endgame tak lagi dipilih untuk menjadi film penutup fase 3, melainkan Far From Home-lah. Namun meski begitu, Endgame masih bisa disebut sebagai sebuah film penutup manis dari Infinity Saga ini.

Disutradarai oleh tangan dingin Anthony dan Joe Russo (Russo Brothers), mereka berdua adalah orang genius dibalik kesuksesan 3 film MCU sebelumnya yaitu Captain America (Winter Soldier dan Civil War) dan Avengers: Infinity War. Rasanya, kesemua film MCU hasil garapannya menjadi sebuah film yang jauh lebih emosional dibanding film lain, dan itulah yang kembali mereka lakukan terhadap film ini. Memang sejak Infinity War, hal itu sudah dirasakan, dimana baru pertama kali dalam sejarah film superhero, sang super villain dapat memenangkan pertempuran, dimana Thanos berhasil melakukan ambisinya, menghilangkan setengah dari populasi semesta. Mau tak mau, mereka yang selamat berupaya dengan segenap kemampuannya guna membalikan keadaan atau setidaknya membalaskan dendam mereka pada sosok Thanos.

Avengers: Endgame adalah sebuah film spektakuler. Bagaimana tidak? dengan durasi  panjang yang dimilikinya, Endgame memiliki segudang twist yang siap sedia membuat para penontonnya berdecak kagum. Banyaknya twist, tak membuat cerita didalamnya menjadi terkesan dipaksakan, namun tetap masuk akal dan tak terkesan mengada-ngada.  Mungkin agak sulit untuk mereview film ini lantaran begitu banyak hal–hal penting yang ada dalam filmnya. Tapi untungnya seperti film Avengers: Infinity War lalu, dengan banyaknya trailer Avengers: Endgame yang dirilis oleh pihak marvel selama beberapa bulan terakhir, tapi kesemua trailer itu tidak memberikan “spoiler” baik plot, karakter, dan juga berbagai adegan action penting yang ada di dalam film ini.

Avengers: Endgame juga menyajikan cerita yang sangat menarik untuk ditonton, dan walau bukan pertama kalinya tema seperti ini diangkat, tetapi Endgame menangani hal ini dengan sangat baik dan mampu memberikan adegan pembuka yang sangat kuat, ditutup dengan adegan dan segmen yang akan sulit dikalahkan oleh film–film Marvel lainnya.

Kekurangan di film ini terletak pada pacing yang ada pada beberapa segmen, seperti pada awal sampai pertengahan film ini, dan ada beberapa plot point yang lebih menarik dari yang lain. Pacing pada bagian tersebut terasa pelan dan sepertinya bisa dipercepat sedikit tanpa perlu mengkorbankan emotional impact atau hal penting lain. Selain itu ada beberapa plot point yang lebih menarik dibanding yang lain, walau hal ini bukan berarti plot point lainnya tidak menarik (karena memang menarik), hanya saja sangat disayangkan tidak semuanya bisa memiliki kualitas yang setara.

Pada film ini, ada banyak sekali karakter–karakter lama yang kembali hadir. Tapi hebatnya lagi, film ini mampu menunjukkan kembali karakteristik–karakteristik mereka sesuai dengan film–film sebelumnya. Russo berhasil menampilkan porsi tiap karakter yang pas, Black Widow dan Hawkeye yang notabene tak punya kemampuan super pun dapat terlihat perkasa di film ini. Dua sosok tadi lumayan punya peran yang besar, tak seperti di berbagai film sebelumnya yang seolah hanya tampil sebagai superhero “cadangan”. Di awal film mungkin terlihat jelas ada sedikit perubahan sifat yang terjadi pada sebagian karakter di Avengers. Hal itu mungkin dilandasi oleh rasa dendam yang bergejolak yang telah lama mereka pendam. Pada film ini karakter yang muncul mengalami perkembangan sifat yang sesuai dengan kejadian – kejadian yang terjadi dan semuanya ditangani dengan sangat lancar. Perlu dikatakan juga bahwa Thanos masih merupakan villain yang menarik dan lebih garang dari sebelumnya.

Salah satu pemukau utama dari Avengers: Endgame adalah adegan – adegan action yang diberikan. Adegan action tidak kalah dari Avengers: Infinity War, bahkan bisa dibilang memiliki “Wow Factor” yang lebih besar dari film sebelumnya. Adegan action pada climax film ini benar – benar membuat merinding, dengan berbagai camera shot yang heroic atau bahkan villainous, dan choreography perkelahian antara superhero dengan musuhnya yang diperlihatkan dan direncanakan dengan luar biasa. Hampir tidak mungkin ada penonton yang tidak merasa terpukau akan berbagai adegan–adegan action yang ada di film ini.

Ada satu hal yang perlu disampaikan sebelum menonton film ini, sangat disarankan untuk menonton Avengers: Infinity War karena cerita dari dua film ini sangat berkaitan erat, bahkan tidak aneh bila film ini disebut sebagai Avengers: Infinity War Part 2. Walaupun penonton bisa mengerti film ini tanpa menonton Avengers: Infinity War, tetapi mungkin para penonton baru tidak akan terlalu mengerti kenapa keadaan dunia bisa seperti yang ditampilkan saat ini. Selain itu para penonton film–film Marvel sebelumnya dijamin akan jauh lebih menyukai film ini dibandingkan dengan penonton yang hanya menonton satu atau dua film Marvel saja.

Konklusinya, film Avengers Endgame adalah penutup sempurna untuk Infinity Saga dan apabila banyak orang yang mengatakan bahwa film ini adalah penutup Marvel Cinematic Universe, mungkin hal itu sangat wajar mengingat kerennya film ini. Film ini merupakan kulminasi dari 11 tahun sejak munculnya film Marvel Cinematic Universe pertama, Ironman (2008), dan film ini lebih dari pantas untuk menjadi representative kulminasi pengalaman MCU selama 11 tahun.