Story of The Thrones merupakan bagian dari fitur terbaru Greenscene, Exclusive Coverage. Sebuah rubrik artikel series yang membahas sejarah atau kisah lain dari suatu Film/Serial TV/Komik yang akan dirilis.

Jauh sebelum Daenerys berjuang untuk mengambil haknya sebagai pemimpin 7 Kingdoms, Aegon I alias Aegon the Conquerer adalah sosok yang paling dikenang sepanjang Westeros. Penaklukannya menjadi kemenangan militer terbesar sepanjang sejarah, dan membuat dirinya menjadi sosok yang sangat di segani juga ditakuti. Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi Daenerys, untuk mencontoh bagaimana leluhurnya mampu mengalahkan kerajaan super power.

Selama lebih dari satu abad, House Targaryen tinggal di pulau Dragonstone, berdiri secara independen dan terpisah dari kerajaan Westeros. Targaryens saat itu, merupakan raja naga terakhir. Bahkan, mereka hanya memiliki satu naga, Balerion. Namun mereka menjadi pelindung sekaligus ancaman paling kuat dari Valyria.

Di punggung Balerionlah, Lord of Dragonstone terbaru, Aegon Targaryen, bergabung dengan Free Cities of Essos ( Pentos, Braavos, dan Volantis ) melawan Volantis. Volantis sendiri selalu berharap bisa menjadi sebuah kekuatan baru di dunia itu dengan menghancurkan Valyria. Namun Aegon membakar armada Volantis, dan setelah mereka merasakan kekuatan naganya, ia kembali ke rumah untuk merencanakan langkah selanjutnya.

Free Cities menginginkan Aegon untuk membantu mereka mereformasi Freehold Valyrian (seperti Volantis, Free Cities adalah bekas koloni Valyrian), tetapi ia lebih memilih untuk menjelajah Westeros, disinilah petualangannya sebagai Aegon The Conqueror di mulai.

Awal Penyerangan Aegon

Serangan Targayen ke Westeros terdengar sangat menjanjikan, apalagi mereka mempunyai dua telur naga lainnya, yang saat ini sudah berkembang dan dikendarai oleh dua adik Aegon, Visenya dan Rhaenys. Invasi Aegon dimulai saat raja Argilac dari Stormsland menawarkan putrinya untuk dijadikan istri. Selain itu, dia juga menawarkan sebuah wilayah yang dimiliki sama lawan terberatnya, Harren the Black, yaitu the King of the Iron Isles dan Rivers (yang sekarang dikenal sebagai Riverlands.

Tapi, Aegon sama sekali tidak menginginkan istri baru dan wilayah gratis. Dengan harga dirinya yang tinggi, ia ingin ngerebutnya tanah tersebut sendiri. Sebagai “balasan” dari tawaran Argillac, Aegon menawarkan Orys Baratheon, sahabat dekatnya, sebagai suami dari anak perempuan Argillac. Argillac yang merasa terhina kemudian mengirim dua tangan dari pengatar pesan milik Aegon sebagai pernyataan perang.

Merespon hal tersebut, Aegon kemudian memanggil pasukan bannermen. Dan setelah mengadakan pertemuan dengan mereka bersama para adiknya, Aegon kemudian mengirim surat ke semua penguasa di Seven Kingdoms. Dalam suratnya, Aegon mengumumkan kalau dia adalah raja baru mereka.

Dia berjanji, siapa saja yang mau patuh kepada Aegon, semua wilayah dan titel miliknya masih boleh dikuasai. Sedangkan mereka yang menolak, harus bersiap dihancurkan. Dia juga menolak tawaran untuk beraliansi dengan Dorne dan the Vale karena dia tahu mereka tidak akan patuh kepadanya. Akhirnya pada tahun 2 BC (Before the Conquest = sebelum penaklukan), Aegon, adiknya, dan para naga mereka tiba di sebuah wilayah yang sekarang disebut King’s Landing beserta 1.600 pasukan.

House Rosby dan House Stokeworth langsung menyerah ketika adiknya tiba dengan naga mereka. Tapi, Duskendale dan Maidenpool justru bersatu dan mencoba untuk mengalahkan pasukan Aegon. Secara jumlah pasukan darat, mereka menang dengan 3000 pasukan. Tapi, Aegon punya pasukan naga dan para pemimpin mereka tewas terbakar. Akhirnya kedua kerajaan itu menyerah.

Dua tahun berikutnya, Aegon terus merangsek masuk ke seluruh bagian Westeros. Meskipun mereka sering mendapatkan perlawanan, banyak juga yang akhirnya menyerah karena mereka takut dibunuh oleh para naga. Para naga ini benar-benar ngebuat Aegon berada di atas angin. Meskipun dia sering kalah jumlah pasukan, tapi dengan naga-naga yang dia miliki, kekalahan justru berubah jadi kemenangan dan membuat lebih banyak lagi kerajaan yang jatuh ke tangan mereka.

Harren The Black sejak awal sudah menolak untuk menyerah kepada Aegon. Dia justru lebih memilih untuk membakar istana mereka yang baru selesai dibangun. Tapi, istana mereka gak cukup kuat buat nahan serangan para naga ini. Naga terbukti jadi “senjata” ampuh dalam menaklukan Storm Kings dan House Baratheon jadi pemimpin baru Storm.

Dua raja terakhir, Mern IX Gardener dan Loren Lannister, saling menggabungkan pasukan dan membentuk sebuah armada yang luar biasa besar. Sekitar 55.000 orang pasukan pergi ke the Plains of the Blackwater Rush dan menyerbu pasukan Targayen. Tapi, Aegon dan adiknya juga saling menyatukan kekuatan. Hasilnya adalah pasukan Gardener habis oleh pasukan naga.

Lebih dari 5.000 orang tewas dan 10.000 lainnya luka akibat serangan para naga ini. tempat pertempuran itu dikenal sebagai Field of Fire atau lapangan api. Akhirnya Lannister dan Gardener menyerah dan Aegon memberikan nama baru buat mereka. Aegon memberi gelar bagi Gardener sebagai Warden of the South sedangkan Lannister diberi gelar Warden of the West.

The Vale pada awalnya akan melawan pasukan Aegon. Mereka yakin dengan kekuatan pasukannya. Tapi, setelah Ratu Arryn mengetahui anaknya duduk di pangkuan Visenya, memohon agar dia bisa menaiki naganya, Ayrrn akhirnya melunak dan berpihak pada Targaryen hingga mendapat gelar Wardens of the East.

Wardens of the North

Petualangan mereka lalu berlanjut ke utara, dimana pasukan sebanyak 30.000 orang telah bersiap untuk melawan pasukan Targaryen. Saat itu, bagian utara dikuasi oleh Torren Stark yang dikenal sebagai pemimpin bijak dan lebih memilih keselamatan rakyatnya.

BERSAMBUNG KE HALAMAN 2: