Winterfell, The Wall, Storm’s End, Oldtown’s Hightower, adalah nama tempat-tempat yang paling terkenal dan penting di Westeros. Tempat-tempat itu menjadi sebuah monumen peringatan bagi mereka yang telah membangun daerah-daerah tersebut dan tentu, nama-nama pendirinya pun pasti akan selalu dikenang selamanya.

Tapi, ada satu nama yang paling “bertanggung jawab” namun jarang diketahui oleh banyak orang. Siapa dia? dia adalah Bran the Builder. Bran the Builder adalah sosok dari era Age of Heroes,dan tidak ada nama lain yang lebih menonjol dari sosok yang digadang-gadang sebagai pendiri House Stark ini. Selain itu, dia juga dikenal sebagai The First King in the North.

Berbagai Legenda Bran The Builder

Setelah First Men dan Children of the Forest menandatangani pakta untuk mengakhiri peperangan panjang mereka, First Men mulai bisa menyebar ke seluruh Westeros dan terus berkembang. Masa itu dikenal sebagai Age of Heroes, 10.000 tahun sebelum Aegon berhasil menguasai Westeros. Tanpa ada bukti catatan sejarah atau artefak apapun, kisah atau cerita tentang masa Age of Heroes hanya diteruskan secara mulut ke mulut dari generasi ke generasi. Hal ini membuat tercampurnya mitos dan fakta.

Membedakan mana yang fakta dan mana yang mitos memang menjadi sulit, apalagi jika sudah menyangkut dengan nama Bran the Builder. Karena, ada banyak sekali cerita atau legenda tentang sosok satu ini. Berbagai cerita dari wilayah The Reach mengungkapkan jika Bran adalah penerus dari Brandon of the Bloody Blade, seorang pejuang yang berhasil mengalahkan raksasa dan selalu di garis terdepan melawan Childern of the Forest.

Menurut cerita, Bran juga menjadi pemimpin pembangunan the Wall, yang terjadi setelah White Walkers dapat dikalahkan dalam peristiwa First Long Night. Dikatakan juga bahwa Bran adalah pendiri dari Night’s Watch, dan wilayah bagian selatan the Wall menyebut tugas ini sebagai “Bran’s Gift” karena, Bran mempercayakan tugas Night’s Watch pada orang-orang sekitar sana.

Selain pernah bekerja saat membangun The Wall, Bran juga diketahui sebagai sosok pelopor dalam pembangunan Winterfell setelah kejadian the Great War. Itulah alasan kenapa Bran disebut sebagai pendiri House Stark, yang kemudian menyatukan kerajaan-kerajaan di bagian utara menjadi satu kerajaan besar dibawah naungannya. Cerita dan kisah Bran masih terus berlanjut. Ketika kecil, Bran diceritakan pernah membantu Durran Godsgrief membangun Storm’s End, salah satu istana tertua dan paling prestisius. Cerita lainnya adalah sewaktu Bran pernah ikut membangun Oldtown’s Hightower.

Kalau semua cerita tentang Bran ini benar, artinya Bran punya peran penting dalam pembangunan empat tempat penting di Westeros. Tapi, rasanya semua cerita atau legenda itu terlalu berlebihan. Sementara seorang Maesters percaya jika ada sosok lainnya yang juga punya nama serupa, punya cerita yang hampir mirip.

Seberapa banyak kebenaran cerita tentang Bran the Builder, apakah dia benar-benar seorang pahlawan besar, atau hanya cerita tentang puluhan orang yang disatukan, masih harus kita tunggu kebenaran semuanya. Karena kisah Bran the Builder kemungkinan besar akan di adaptasi di prekuel Game of Thrones yang berjudul The Long Night.