Sound Editing: First Man


Kalau dipikir sangat disayangkan First Man tidak dapet banyak buzz dari moviegoers (termasuk di Indonesia). Padahal film tentang sejarah pria pertama yang mendarat di bulan Neil Armstrong ini cukup fun.

Terlebih dari sisi sinematografi dan sound editing-nya. GILE GEEKS! Editing suara film ini gokil mampus dah. Ketika menyaksikan filmnya atau bahkan dalam keadaan mata ditutup, kita serasa seperti menjadi salah satu awak di dalam roketnya menuju ke bulan. GOKIL DAH!

Potensi pemenang lain: Bohemian Rhapsody, A Quiet Place


Original Score: Black Panther


Komposer Ludwig Groansson sukses banget dalam menghidupkan keeksistensian Wakanda. Scoring-nya terdengar sangat etnis, kultural. dan powerful. Kita sekali lagi sebagai audiens dan fans, sampai yakin banget kalau Wakanda memang adalah salah satu negara yang ada di dunia ini.

Potensi Pemenang Lain: BlacKkKlansman, If Beale Street Could Talk


Original Song: “Shallow” (A Star is Born)


Sama seperti kategori sinematografi, rasanya ini adalah kategori yang cukup “default” atau “auto” pemenangnya. Dari keempat nominasi lainnya, emang “Shallow” lah yang lirik lagunya sukses menggambarkan perjuangan karir dan hidup Ally Maine (Lady Gaga) di industri musik yang sangat kejam dan tangguh. Selain itu hey, lagu ini diproduseri oleh the one & only Mark Ronson loh! Jadi ya apalagi kurangnya coba? Oh ya, lagu ini udah menang di penghargaan-penghargaan pre-Oscar dalam beberapa bulan terakhir.

Kalaupun, KALAUPUN katakanlah pihak akademi tidak memberikan penghargaannya ke “Shallow”, maka hanya “All the Stars” dariĀ Black PantherĀ lah yang harus binti kudu memenangkan penghargaannya. Hmmm, rasanya gak mungkin deh skenario ini bakalan terjadi.

Potensi pemenang lain: “All The Stars” (Black Panther)


Animated Feature: Spider-Man: Into the Spider-verse


Selain memang mendominasi penghargaan pre-Oscar tahun ini dan sukses ngasih Sony total keuntungan sebesar $600 juta, faktanya film animasi Spider-Man pertama ini, memang secara visual dan kisah memang sangat memuaskan awam dan seluruh nerd.Tampilan sekaligus editing nya pun dirancang sedemikian rupa seperti kita membaca komiknya.

Potensi pemenang lah: Ralph Breaks the Intenet


Original Screenplay: The Favourite


Menampilkan rangkaian screenplay super menarik untuk film bertemakan kerajaan Inggris bukanlah sebuah proses yang mudah. Sedikit salah, akan menjadi datar dan membosankan (after all, film-film tipe ini memang bukan favorit semua orang). Nah, The Favourite cerdasnya mereka bisa mengelola screenplay-nya dengan sangat menyenangkan. Selain itu perlu diketahui bahwa adegan interaksi antara karakternya, adalah orisinil. Maksudnya Deborah Davis cs, hanya berdasarkan kisah-kisah legenda Queen Ann yang eksis di beberapa buku sejarah.

Potensi pemenang lain: Green Book


Adapted Screenplay: BlacKkKlansman


Rasanya Spike Lee & film ini emang ditakdirin berjodoh banget. Pasalnya, tidak gampang sangat risky buat mengadaptasi kisah nyata penginfiltrasian organisasi KKK. Kalau tidak ditangani oleh sineas seperti Spike Lee (Malcolm X), bisa saja film ini akan membosankan banget dan bahkan diprotes keras oleh berbagai pihak. Tapi jangan salah. BlacKkKlansman tetap merupakan film yang sangat berani dan sangat provokatif. Tapi untungnya Lee cs mampu mengadaptasikan screenplay dan naskahnya dengan sangat baik. Kontroversi memang, tapi di saat yang sama, sangat fun untuk diikuti.

Potensi pemenang lain: If Beale Street Could Talk


Supporting Actress: Regina King (If Beale Street Could Talk)


Sebenarnya kami agak keberatan dengan pihak award mau itu Oscar, SAG, Golden Globe, yang lebih memilih untuk menominasikan Regina King daripada pemeran ibu kandung Fonny (Stephan James) di film ini, Aunjanue Ellis yang menurut kami walau penampilannya hanya sekitar 10-15 menit, justru ia lebih sukses dalam mencuri emosi kita.

Seharusnya daripada Emma Stone & Rachel Weisz dari The Favourite yang dinominasikan di kategori ini, adalah Ellis dan King yang harusnya menjadi nominasi ganda dari film yang sama. Tapi ya sudahlah geeks, toh nasi sudah menjadi bubur bukan?

Lagipula, King juga keren banget dalam memerankan ibu kandung dari kekasih Fonny yang ditinggal penjara oleh Fonny, Tish (Kiki Layne). Puncak performanya adalah ketika di adegan dimana Sharon (King) akhirnya bertemu dengan sosok wanita yang diduga diperkosa oleh si Fonny. Di situlah baru terlihat banget performa berkelas dari seorang Regina King.

Potensi Pemenang Lain: Rachel Weisz atau Emma Stone (The Favourite)

BERSAMBUNG KE HALAMAN 3