Insiden Racoon City 1998

Dalam 1 dekade ke depannya, perkembangan T & G Virus makin pesat. Umbrella yang kini udah bernama Umbrella Corporations, bahkan ngebuat laboratorium khusus buat pengujian virus mereka terhadap individu-individu yang terinfeksi. Nah laboratorium yang bersifat underground ini berada di dalam Spencer Mansion yang berada di dalam hutan terpencil Racoon City. Yap bener banget Geeks. Spencer Mansion adalah rumah mewah yang menjadi setting kisah game Resident Evil 1 (1996) dulu.

Walau insiden di rumah tersebut besar, namun Umbrella sukses nutupinnya selama 1,5 tahun dari pemerintah A.S dan seluruh dunia. WOW jago banget! Terang aja Geeks, soalnya mereka ngelakuin apa aja. APA AJA! termasuk, nyogok beberapa Polisi di Racoon Police City Department (R.C.P.D). Namun seperti kata pepatah: Sebusuk-busuknya bangkai ditutupin pasti baunya kecium juga, pada tahun 1998, akibat insiden besar di Racoon City (latar kisah Resident Evil 2 dan Resident Evil 3: Nemesis), akhirnya insiden di Spencer Mansion, serta praktek pengembangan ilegal T & G Virus pun ketahuan oleh pemerintah A.S. Umbrella pun langsung ketar-ketir sendiri.

Keruntuhan Umbrella

Melihat perusahaan mereka yang udah kerekspos buruk, Umbrella pun ngelakuin berbagai cara termasuk salah satunya ngamanin beberapa dokumen dan penelitian sensitif. Namun di saat yang sama, tetep aja mereka “merilis” Bio Organic Weapon (B.O.W) andalan, Nemesis. Nemesis ditugasin Umbrella buat ngeburu sisa-sisa pasukan S.T.A.R.S yang masih hidup di Racoon City, pilot S.T.A.R.S Brad Vickers sayangnya menjadi salah satu korban Nemesis. Namun terlepas sudah ngelakuin berbagai usaha, tetep aja Umbrella Sudah bobrok sebobrok-bobroknya.

Alhasil, 5 tahun setelah pemboman nuklir Racoon City, stok saham Umbrella menurun, kepercayaan publik makin sirna dan yang paling parah, mereka terbukti bersalah dan bertanggung jawab atas seluruh insiden yang terjadi di Racoon City selama 5 tahun terakhir. Ironisnya, walau Umbrella udah gak beroperasi lagi, sisa-sisa “peninggalan” B.O.W dan formula-formula mereka bocor kemana-mana yang akhirnya dimanfaatin oleh berbagai organisasi gelap dan teroris buat ngembangin virus sekaligus teror dunia baru.

Blue Umbrella

Pada tahun 2007, manajemen-manajemen lama Umbrella berkumpul dan mutusin buat ngebenerin nama dan citra mereka. Alhasil Umbrella baru ini diberi nama Blue Umbrella dan mereka jadi perusahaan militer pribadi yang tugasnya buat ngehajar seluruh B.O.W yang masih ada di seluruh dunia.

Dalam “misinya” kali ini, mereka bekerjasama dengan Bioterrorism Security Assessment Alliance (BSAA) buat nyapu bersih penyebaran virus Plaga (yang pertama kali dikenalin di Resident Evil 4) di Kijuju, Afrika. Awalnya BSAA memang ragu buat kerjasama sama Blue Umbrella. Tapi setelah beberapa kali melihat kenyataan di lapangan, keduanya pun jadi akur satu sama lain.

Misi teranyar keduanya adalah ketika veteran RE, Chris Redfield di tahun 2017, mimpin pasukan Blue Umbrella buat menghabisi B.O.W ganas Eveline dan menangkap Lucas Baker yang diduga punya koneksi dengan sindikat kriminal, The Connections. Namun seperti Geeks lihat sendiri di Resident Evil VII: Biohazard (2017), Baker keburu bermutasi menjadi monster B.O.W yang alhasil mau gak mau, Baker pun harus dihabisi oleh Chris. Walau gagal menangkap Baker, yang penting selain Blue Umbrella semakin sukses ngebuktiin kalau mereka tidak seperti “empu” mereka 2 dekade yang lalu. Dan oh ya, yang penting juga mereka berhasil nyelamatin jagoan game-nya, Ethan Winter.

Nah Geeks, itulah tadi seklumit penjelasan mengenai asal-usul perusahaan biang kerok zombie di franchise Resident Evil, Umbrella. Semoga penjelasan seklumit ini bermanfaat ya!