Film The Batman garapan Matt Reeves akan jadi film solo Batman yang ke 9 selama 80 tahun Batman muncul di DC. Dalam wawancara dengan The Hollywood Reporter, Reeves menjanjikan kalau filmnya itu akan menampilkan sesuatu yang beda. Dia akan memperlihatkan Batman kembali menjadi seorang detektif paling hebat.

Di kalangan pecinta komik, Batman emang dikenal sebagai detektif paling hebat di dunia. Fakta ini jarang banget dimunculin di film-film Batman sebelumnya. Alasan buat masalah itu mudah aja. Karena, hal-hal yang ada kaitannya dengan pekerjaan detektif gak terlalu dibutuhin secara visual. Reeves sepertinya mau ngerubah itu semua. Dia ingin kembali ke klasik Batman.


Kemungkinan Plotlines


Kalau memang Reeves ingin menceritakan Batman ssebagai seorang detektif, dia bisa melihat story arc Zero Year karangan Scott Snyder dan Greg Capullo sebagai panduannya. Di komik itu diceritakan awal mula Bruce Wayne jadi Batman. Ceritanya juga bahkan jadi lebih menarik dengan adanya the Riddler yang muncul jadi ancaman buat Batman.

Di komik ini, diceritain lagi gimana The Riddler berubah dari tadinya orang biasa yang menyenangkan dan senang untuk bercanda, berubah menjadi sosok yang berbahaya. Alasannya hanya satu: dia mampu selangkah lebih maju dari Batman, dan dia tahu akan hal itu. Di dalam cerita itu Batman dan Riddler saling beradu kepintaran dimana Riddler akhirnya berhasil mengambil alih Gotham.


Mengapa Riddler?


Nama the Riddler mungkin tidak sepopuler nama Catwoman, the Penguin, Two-Face, atau bahkan musuh abadi Batman, Joker. Tapi, dengan menggunakan the Riddler sebagai villain utama di film The Batman nanti, akan bisa membuat Reeves tetap pada tujuan utamanya yaitu membuat Batman menjadi detektif paling hebat di dunia.

The Riddler tidak mempunyai kekuatan super apapun, gak punya ide super gila seperti Joker. The Riddler punya satu kemampuan, yaitu kecerdasannya. Dan dengan Riddler jadi villain utama film ini, Batman harus kerja keras dan putar otak semaksimal mungkin buat nyelamatin Gotham dan membuktikan titelnya sebagai seorang detektif paling hebat.


Tetap Menggunakan Kekuatan


Pasti banyak diantara kalian yang mulai bertanya, kalau memang Riddler jadi villain utama dan mengandalkan kecerdasan, kita tidak akan bisa melihat Batman memukul lawan atau loncat kesana kemari atau menggunakan gadget canggihnya. Don’t worry, guys. Kalau memang nantinya Reeves benar akan mengadaptasi Zero Year, semua adu kecerdasan itu bisa diimbangin sama berbagai aksi-aksi berbahaya dari teka-teki Riddler.

Dia pastinya gak Cuma punya satu rencana. Riddler pastinya menyimpan banyak rencana dan semua rencana itu pastinya juga nanti mengharuskan Batman untuk melakukan aksi-aksi yang biasa kita lihat di film-filmnya. Di komiknya juga diperlihatkan kalau Gotham benar-benar dalam keadaan hancur. Hal itu juga bisa diaplikasiin ke film besutan Matt Reeves nanti.


Bagaimana kalau Semua Saling Bekerja Sama?


Batman memang punya banyak daftar musuh selain the Riddler. DC punya kelompok yang isinya para penjahat sebagai saingan dari Justice League, yaitu League of Doom. Dan di cerita Batman sendiri ada The Misfits atau Royal Flush Gang yang bisa menjadi lawan Batman di filmnya. Yang pasti, selain melawan satu orang villain film ini bisa menampilkan berbagai villain sekaligus!

Untuk sebuah plot twist yang lebih gila lagi, ternyata para villain yang jadi lawan Batman di film itu bekerja untuk bos yang lebih punya kedudukan lagi di atas mereka. Contohnya adalah film The Dark Knight Rises.

 

Terlepas dari the Riddler atau villain lain yang akan muncul di film The Batman, yang paling penting para penonton akan menyaksikan sesuatu yang benar-benar baru dari film solo Batman. Kita akan melihat bagaimana latihan yang harus dijalani oleh Bruce Wayne, gak cuma otot atau latihan bertempur saja. Dia juga harus melatih otaknya. Hal ini bisa jadi sebuah keunikan baru di film Batman.