Memang sih dia tidak memiliki “mulut” seperti Deadpool, namun sebelum Deadpool dilahirkan, DC Comics sudah lebih dahulu memiliki “Deadpool” mereka sendiri lewat Deathstroke. Nama aslinya Slade Joseph Wilson, tapi dunia bawah tanah mengenalnya sebagai Deathstroke. Wilson adalah seorang tentara dan pembunuh bayaran yang memiliki reputasi terkenal di dunia bawah tanah. Ia berbohong agar dapat masuk ke dalam Angkatan Darat Amerika Serikat dalam usia 16 tahun. Di dalam kamp latihan, ia bertemu dengan calon istrinya Adeline Kane, seorang mayor sekaligus instruktur untuk prajurit baru. Wilson adalah seorang prajurit veteran, pasalnya selain ikut berperang di Vietnam, ia sebelumnya pernah mengikuti perang yang terjadi di Korea pada tahun 50-an. Anak Deathstroke 

Slade lantas terpilih dalam sebuah percobaan untuk membuat prajurit super alias metahuman di dalam Angkatan Darat, sehingga memiliki kekuatan lebih besar dibandingkan orang biasa. Karirnya sebagai tentara bayaran dimulai setelah ia menjalani percobaan metahuman. Sama seperti Batman, (meski sang manusia kelelawar memiliki sejarah yang lebih kompleks lagi) Deathstroke memiliki sejarah keluarga yang penuh dengan intrik. Hal ini dikarenakan anak-anaknya yang mengikuti jejak karir sang ayah sebagai tentara bayaran atau justru malah menentang sang ayah dengan bergabung menjadi anggota Teen Titans. Nah, di dalam artikel ini Geeks akan diperkenalkan oleh “dinasti” dari keluarga Wilson selain Deathstroke sendiri.


Grant Wilson (Ravager Pertama)


Di atas sudah disebutkan kalau Slade Wilson bertemu dengan istrinya, Adeline Kane, di kamp latihan Angkatan Darat Amerika Serikat. Mereka lantas mempunyai dua anak lelaki: Grant dan Joseph Wilson. Setelah Slade Wilson menjalani percobaan sebagai prajurit super, ia beralih profesi menjadi tentara bayaran bernama Deathstroke. Karir ini disembunyikannya dari keluarganya sendiri. Meski ia jarang berada di rumah, Slade adalah seorang ayah yang baik. Grant sendiri memiliki hubungan yang sangat akrab dengan ayahnya. Sayang karir yang dipilihnya ini justru malah berakibat buruk pada keluarganya: Joseph, adik Grant, diculik oleh pihak yang menginginkan untuk membalas dendam kepada Slade.

Meski Joseph dapat bertahan hidup, ia kehilangan kemampuan berbicara sepanjang hidupnya. Kecewa dengan kejadian mengerikan ini, Adeline kemudian berusaha untuk menembak Slade; membuatnya kehilangan mata sebelah kanannya. Ia kemudian menceraikan Slade dan membesarkan kedua puteranya sendiri. Jikalau Joseph memiliki keahlian di bidang seni, Grant malah mengikuti jejak ayahnya dengan memasuki sekolah militer. Sementara Joseph tumbuh sebagai anak yang tenang dengan bakat seniman, Grant tumbuh sebagai seorang anak yang penuh dengan amarah. Ia juga tumbuh sebagai anak yang membenci sekaligus mencintai ayahnya.

Pada saat ia berusia 17 tahun, Grant kabur dari rumah dan bergabung dengan anggota geng di New York. Kebenciannya terhadap Teen Titans dimulai ketika Starfire mendarat di apartemennya setelah ia kabur dari penjara luar angkasa. Apartemennya semakin hancur ketika anggota New Teen Titans muncul. Pemuda yang dipenuhi amarah tersebut kemudian meminta ganti rugi atas kerusakan yang terjadi, namun bukannya diberikan kompensasi, Grant malah diberitahu kalau dia tidak akan mendapatkan ganti rugi atas hancurnya apartemen miliknya. Kemarahannya semakin memuncak ketika Grant gagal untuk “rujuk” dengan mantan pacarnya, Carol. Ketika cowok penuh amarah ini berusaha main kasar dengan sang mantan, Wonder Girl dan Starfire melerai dan mengusirnya.

Putus asa, Grant pun menerina tawaran organisasi kriminal bernama H.I.V.E. untuk meningkatkan kemampuan yang dimilikinya. Ia juga mendapat kostum yang mirip dengan ayahnya dan menyebut dirinya sebagai Ravager. Dari sinilah Grant mulai melakukan aksi balas dendam terhadap Teen Titans. Ravager kemudian bergabung dengan Deathstroke untuk melawan Titans, meski kedatangan Deathstroke justru untuk menyelamatkan putranya dari fakta mengerikan: eksperimen yang dilakukan H.I.V.E. justru sangat berbahaya bagi tubuhnya. Hal ini terbukti dengan matinya Grant di tangan ayahnya. Semenjak itulah Deathstroke bersumpah untuk menyelesaikan kontrak putranya dengan menghancurkan Teen Titans. Walhasil rencana H.I.V.E. berhasil: mereka menggunakan kematian Grant sebagai alasan untuk membuat Deathstroke menghancurkan Teen Titans, setelah sebelumnya ia menolak tawaran mereka.

HALAMAN 2: ROSE WILSON