Film horor adalah film yang bertujuan untuk memberikan penonton rasa takut. Awal mulanya film horor terinspirasi dari para pengarang dengan genre yang sama, seperti Edgar Allan Poe, Bram Stoker, dan Mary Shelley. Film horor adalah sebuah genre yang telah hadir selama lebih dari satu abad dan pada dasarnya film horor dapat digabungkan oleh genre lain, seperti fantasi, thriller, action, sci-fi, dan banyak genre lainnya.

Apabila kedua genre digabungkan maka jadilah sebuah sub-genre, yakni cabang dari sebuah genre, yang melebur menjadi satu dengan genre lainnya. Di dalam artikel ini akan dijelaskan beberapa sub-genre dari film horor. Selain penjelasan mengenai masing-masing sub-genre, artikel ini juga akan menyebutkan beberapa film dari sub-genre masing-masing.

 


Action Horor


 

Melalui judulnya saja sudah bisa ditebak kalau sub-genre ini menggabungkan elemen dari film horor, seperti roh jahat, lokasi angker, atau kejadian di luar akal kemudian digabungkan dengan aksi tembak-tembakan dan kejar-kejaran. Tema yang seringkali ada di dalam film action-horor antara lain, gore, setan, alien, binatang buas, vampire, dan zombie. Action horor juga bisa digabungkan dengan genre lain seperti fantasi.

Film-film yang termasuk ke dalam kategori action horor antara lain: Aliens, Predator, Dog Soldiers, Blade, From Dusk Till Dawn, I Saw the Devil, Resident Evil, Feast, dan Train to Busan.

 


Body Horor


Bagaimana kalau yang menjadi sumber dari ketakutan itu sendiri bukanlah hantu, tempat angker, atau kejadian aneh, namun tubuh manusia sendiri? Kompleksitas tubuh manusia, baik secara fisik maupun mental, sering dijadikan tema di dalam film horor. Sehingga akhirnya jadilah Body Horor. Sub-genre ini menampilkan bagaimana tubuh manusia dapat berubah menjadi menyeramkan, posisinya terletak salah, atau bagian tubuh yang menjadi “monster” yang keluar dari tubuh manusia.

Body Horor adalah subgenre yang menjadikan sutradara asal Kanada, David Cronenberg, terkenal. Beberapa judul dari sub-genre ini antara lain: Starry Eyes, Videodrome, Dead Ringers, Contracted, The Thing, The Fly, dan American Mary.

 


Comedy Horor


Film horor tidak selalu mengundang rasa takut penonton, namun juga bisa memunculkan rasa tawa. Biasanya penonton akan disuguhkan adegan yang seharusnya mengerikan di dalam film horor, namun karena memiliki tambahan genre komedi, adegan tersebut biasanya dibawakan secara lucu untuk mengundang tawa penonton. Komedi yang digunakan oleh film Comedy Horor biasanya black comedy, atau ditujukan untuk film horor dengan rating yang bisa ditonton oleh seluruh keluarga.

Sub-genre ini awal mulanya berasal dari cerita pendek berjudul The Legend of Sleepy Hollow oleh Washington Irving. Beberapa judul film Comedy Horor antara lain: An American Werewolf in London, Beetlejuice, Jennifer’s Body, Teeth, Nina Forever, Slither, Evil Dead II, Army of Darkness (film Evil Dead ketiga), Shaun of the Dead, Zombieland, Scary Movie, dan Idle Hands. Untuk film komedi horor yang ditujukan untuk keluaga adalah Gremlins dan Ghostbusters.

 


Holiday Horor


Holiday Horor adalah sebuah sub-genre film horor yang menggunakan latar belakang waktu sebagai tema utama. Sesuai judulnya, sub-genre ini mengambil waktu liburan, seperti Hari Natal, Halloween, Valentine, April Mop, atau Thanksgiving. Biasanya film ini menampilkan pembunuh psikopat yang membunuh korbannya dengan metode yang mengerikan.

Beberapa judul film yang ada di sub-genre ini antara lain: Silent Night, Deadly Night, Black Christmas, Halloween, My Bloody Valentine, Home Sweet Home, April Fool’s Day, Valentine, Trick ‘r Treat, dan All Through the House.

 


Horor Adventure


Di dalam sub-genre ini terdapat elemen dari film petualangan seperti ekspedisi berbahaya, penjelajahan dunia misterius, lokasi eksotis, dan elemen lainnya yang ada di dalam film petualangan. Umumnnya di dalam sub-genre ini para karakter akan menemukan kematian yang mengerikan dari misteri yang tidak dapat diketahui dari petualangan mereka. Atau penonton diajak untuk mengeksplorasi lokasi-lokasi eksotis yang misterius dan memiliki rahasia gelap dibalik keindahannya.

Beberapa contoh judul film di dalam sub-genre ini antara lain: King Kong, The Descent, Silent Hill, Jaws, Cannibal Holocaust, dan Anaconda.

 


Horor Drama


Kalau Horor Action memadukan aksi tembak-tembakan dan unsur menakutkan, maka Horor Drama fokus kepada karakter yang berjuang dalam menghadapi situasi emosional yang realistis. Seringkali situasi tersebut adalah permasalahan keluarga, yang dibalut dengan setting horor. Biasanya latar belakang horor ini berfungsi sebagai dramatisasi plot yang menggugah emosi.

Film yang termasuk ke dalam Sub-Genre ini adalah: Dark Water, The Exorcism of Emily Rose, Lights Out, The Babadook, The Fly, IT, Let the Right One In, Antichrist, Excision, Mama, The Sixth Sense, dan Audition.

 


Low-budget Horor


Film horor yang menggunakan biaya produksi rendah. Biasanya film ini menggunakan aktor/aktris yang tidak diketahui, efek murahan, lokasi asli, dan musik yang terbatas. Film horor jenis ini juga biasanya menjadi film independen, karena tidak menggunakan biaya dari studio film.

Jenis film horor dengan budget rendah antara lain adalah: Night of the Living Dead, The Blair Witch Project, dan Saw.

 


Psychological Horor


Hampir seperti Horor Drama, namun Psychological Horor lebih berfokus kepada rasa takut, kepercayaan, rasa bersalah, efek suara yang menegangkan, musik yang berhubungan dengan karakter, ketidakseimbangan emosi karakter, dan kadang-kadang kehadiran makhluk supernatural untuk membuat cerita semakin menegangkan, menakuti, dan memperluas jalan cerita.

Judul film Psychological Horor antara lain: Repulsion, Rosemary’s Baby, The Shining, May, Credo, Black Swan, The Changeling, Silent Hill, The Uninvited, dan Get Out.

 


Science Fiction Horor


Sama seperti film sci-fi pada umumnya, sci-fi horor menampilkan unsur-unsur ilmiah asli, namun berakhir dengan menakutkan. Di dalam sub-genre ini biasanya menampilkan subjek, meski tidak selalu digunakan, seperti alien pembunuh, ilmuwan gila, dan/atau hasil eksperimen yang gagal.

Contoh dari film jenis ini adalah: Frankenstein, Species, Mimic, Alien, The Fly, The Thing, The Blob, Apollo 18, Event Horizon, dan Resident Evil.

 


Film Slasher


Film sub-genre horor satu ini seringkali menampilkan pembunuh berantai, yang menggunakan cara yang sadis untuk membunuh korban-korbannya. Senjata yang digunakan biasanya adalah senjata tajam, seperti pisau, gergaji mesin, kapak, gunting, dll.

Banyak contoh dari film dengan sub-genre Slasher, mereka adalah: Psycho, The Texas Chainsaw Massacre, Black Christmas, Halloween, Friday the 13th, A Nightmare on Elm Street, Child’s Play, dan Scream.

 


Splatter Film


Salah satu sub-genre horor yang memberikan ketakutan dengan cara membuat perut mual. Splatter Film berfokus kepada penggambaran yang sadis terhadap gore dan kekerasan. Dengan menggunakan efek khusus, darah, dan bagian-bagian tubuh palsu, film ini menunjukkan bagaimana tubuh manusia sangat rentan untuk dihancurkan. Umumnya film ini juga menunjukkan bagaimana proses mutilasi anggota tubuh terlihat.

Contoh dari film dengan sub-genre ini adalah: Inside, Train, The Human Centipede, Hostel, Saw, Blood Feast, Storm Warning, dan Maniac.

 


Supernatural Horor


Umumnya orang berpikir kalau film horor selalu menampilkan mahluk halus dan semacamnya. Padahal dari daftar di atas tidak selalu. Namun, Supernatural Horor adalah sub-genre yang sebenarnya juga adalah awal dari terbentuknya film horor. Film ini menampilkan makhluk supernatural, seperti hantu, setan, penyihir, kesurupan, dan kejadian supernatural lainnya. Supernatural horor juga biasanya menampilkan unsur agama ke dalam plot.

Beberapa contoh dari banyaknya film Supernatural Horor antara lain: The Ring, The Grudge, The Amityville Horor, IT, The Omen, The Exorcist, Paranormal Activity, The Blair Witch Project, The Conjuring, Sinister, dan Suspiria.

 


Horor Thriller


Sub-genre ini mungkin agak membingungkan banyak orang, karena kedua jenis genrenya memberikan efek yang hampir sama kepada penonton: ketakutan dan ketegangan. Namun, biasanya di dalam genre ini menampilkan elemen horor (hantu, pembunuh, psikopat, atau monster) dengan ketegangan yang dibangun layaknya fim thriller.

Contoh film dengan sub-genre ini antara lain: The Invitation, Don’t Breathe, Peeping Tom, The Silence of the Lambs, Joy Ride, dan A Quiet Place.

 


Gothic Horor


Gothic Horor adalah jenis film yang memadukan antara elemen goth, seperti arsitektur Goth yang menampilkan bangunan dengan desain unik, dan horor. Kadang kala sub-genre ini menampilkan elemen romansa yang memiliki latar belakang cerita horor.

Pada awal kelahiran film horor, kebanyakan memiliki sub-genre Gothic seperti: Dracula, Sleepy Hollow, The Others, The Phantom of the Opera, Kill, Baby, Kill, Nosferatu, dan Crimson Peak.

 


Natural Horor


Tidak hanya makhluk supernatural yang dapat memberikan ketakutan. Makhluk hidup biasa juga dapat disebut dengan sub-genre natural horor. Film ini biasanya menampilkan keanehan alam dalam bentuk binatang buas hasil mutasi, serangga karnivora, dan binatang/ tumbuhan normal yang menjadi berbahaya. Sub-genre ini biasanya juga bergabung dengan genre lain seperti sci-fi, action, dan adventure.

Contoh dari film ini adalah: The Birds, Jaws, Piranha, Bats, Lake Placid, Rogue, Alligator, Black Water, dan Black Sheep.

 


Film Zombie


 

Sama seperti judulnya, film ini menampilkan zombie. Biasanya mahluk hidupnya digambarkan sebagai mayat hidup atau manusia yang telah kehilangan akal sehatnya lagi. Sub-genre ini justru malah menghasilkan sub-genre lainnya, seperti zombie comedy, yang menampilkan film zombie pada umumnya dengan black comedy.

Beberapa contoh dari banyaknya film zombie antara lain: White Zombie, Night of the Living Dead, Dawn of the Dead, REC, 28 Days Later, Deadgirl, Dead Snow, Night of the Creepes, dan Messiah of Evil.

 


Found Footage Horor


Sub-genre ini sebenarnya lebih ke arah unsur “teknik film”, di mana biasanya para penonton diajak menjadi orang pertama yang menyaksikan ceritanya. Biasanya cerita dari sub-genre ini berdasarkan kamera atau rekaman yang ditemukan. Proses rekaman ini berjalan selama cerita berlangsung, kemudian menggabungkan pengalaman karakter ini untuk memberikan elemen horor kepada para penonton.

Contoh dari film horor orang pertama ini adalah: The Blair Witch Project, Paranormal Activity, Cloverfield, REC, dan Devil’s Due.

BACA JUGA: Ini Penjelasan Twist Credance Di Fantastic Beasts 2!

 


Teen Horor


Film ini adalah film yang menampilkan karakter remaja (teen). Mereka jugalah yang menjadi korban dari situasi yang melanda. Film ini biasanya menampilkan tema seks, minum-minuman keras di usia dini, dan gore. Karakterisasi yang ditampilkan juga biasaya ditujukan untuk mempromosikan pemimpin remaja yang kuat, berani keluar dari zona nyaman, untuk menarik perhatian para penonton remaja.

Film ini biasanya tergabung dengan genre slasher, seperti: Halloween, Friday the 13th, A Nightmare on Elm Street, Scream, Sleepaway Camp, dan Final Destination.

Nah itu dia beberapa sub genre horor yang sering kita jumpai di film-film layar kaca. Terkadang malah beberapa film horor mempunyai lebih dari satu sub genre film, hanya saja ada yang tampil lebih dominan. Mana diantara sub genre tadi yang jadi favorit kalian geeks?

 

1 KOMENTAR

Comments are closed.