Review A Star is Born : Lahirnya Gaga di Hollywood

0
113
A Star is Born Review Lady Gaga Bradley Cooper

Ketika mendengar nama Lady Gaga, tak dipungkiri kalau mind-set kita langsung tertuju pada sosok biduanita bersuara keren dengan segudang hit-nya. Tak pernah terbesit sama sekali kalau nama vokalis “Born This Way” (2011) ini akan terasosiasikan dengan akting apalagi franchise klasik drama musikal A Star is Born.

Tapi kenyataannya, itulah yang persis terjadi di bulan Oktober 2018 ini. Dengan dibantu oleh pengisi suara Rocket Racoon di seri MCU, Guardians of the Galaxy, Bradley Cooper, Gaga sukses ditunjuk untuk memperlihatkan bakat aktingnya yang mumpuni dengan memerankan sosok struggling musician Ally Campana di remake keempat drama musikal klasik tersebut.

Dan hasilnya? Tidak hanya ia menghidupkan karakter Ally dengan super duper keren, vokalis bernama asli Stefani Joanne Angelina Germanotta ini juga sukses memberikan statement kuat bahwasanya, ia sudah siap menaburkan dominasi aura kebintangannya di Hollywood.


Drama Perjuangan Musisi Yang Relevan & Realistis


Dan salah stau faktor utama mengapa Gaga sukses mengejutkan kita semua di film ini, adalah karena ia memerankan karakter yang sangat relevan sekaligus realistis. Kita tentunya banyak menemukan sosok-sosok seperti Ally. Atau mungkin kita sendiri pernah di posisinya.

Spesifiknya, kita pastinya pernah diprotes hidung terlalu besar, bobot tubuh teralu gembul atau kririk-kritik fisik lainnya yang alhasil, membuat kita jadi makin tidak percaya diri untuk mewujudkan cita-cita berkarir di dunia hiburan.

Dan Gaga, sekali lagi sukses menghidupkan feel tersebut. Entah ketika ia menghidupkannya ia sudah masuk menjadi karakter Ally atau mungkin menjadi sosok Gaga sendiri dengan membayangkan kembali perjuangan yang sama persis seperti dihadapi Ally, intinya metode pendekatan apapun yang ia pakai, sangatlah berhasil.


Pengarahan & Penampilan Cooper Yang Super Brilian


Namun penampilan Gaga sebagai Ally, tidaklah akan se-brilian seperti yang ditampilkan apabila Cooper tidak memberikan influens besar di dalamnya. Si Phil Wenneck di franchise komedi gila The Hangover (2009-2013), sukses mengimbangi performa Gaga.

Ia tahu betul bagaimana menampilkan sekaligus mengarahkan arah karakter Jackson Maine-nya yang walau sudah menjadi bintang Rock top, sayangnya di saat yang sama, ia berjuang habis-habisan dengan kecanduan alkoholnya. Cooper sukses sekali menampilkan sisi kontras antara karakternya dengan karakter Ally-nya Gaga.

Dari sisi Chemistry pun secara mengejutkan keduanya terlihat sangat oke. Padahal seperti kita tahu, keduanya belumlah pernah bekerjasama satu sama lain.

Namun entah dikarenakan memang keduanya langsung klik ketika bertemu, atau memang keduanya bertekad¬† untuk meneruskan “tradisi” chemistry keren yang seperti diperlihatkan di versi-versi film sebelumnya, yang jelas apapun motifinya, keduanya sukses menghidupkan dinamika duet indah diantara keduanya.


Alur Plot Yang Terlalu Cepat Dan Mudah Diterka


Sebenarnya kami berat untuk menuliskan kekurangan yang ada di filmnya ini. Karena faktanya film ini keren banget atau dengan kata lain sempurna. Performa Gaga, Cooper dan bahkan seluruh aktor dan aktris pembantu yang super keren, sinematografi yang indah, pengarahan yang fantastis dan tentunya soundtrack yang keren banget.

Sekali lagi dengan pujian selangit seperti itu, maka tak heran bukan apabila kami katakan berat. Tapi faktanya, dibalik harmonisasi indah yang ditampilkan dan diperdengarkan, A Star is Born memiliki alur plot yang terlalu cepat dan mudah diterka.

Bahkan bagi Geeks yang belum menyaksikan ketiga versi sebelumnya pun, dijamin kalian bakaln bisa langsung bakalan kemana adegan demi adegannya. Tapi ya itu tadi. Dikarenakan aspek-aspek teknis mengagumkan yang telah dijelaskan sebelumnya, faktor ke-prediktabilitas inipun menjadi terlupakan.


A Star is Born = Oscar


Pada akhirnya, sama hal-nya seperti ketiga versi sebelumnya, A Star is Born 2018, lagi-lagi merupakan film drama musikal yang sangat keren, harmonis, realistis dan emosional. Kami jamin walau Geeks bukan fans drama musikal, ketika menyaksikan, kalian akan merasa emosional dan terus terngiang di benak dan telinga walau sudah keluar dari pintu studio.

Dan kami jamin juga sama seperti versi-versi terdahulu, versi “Zaman NOW” ini akan mendominasi ajang penghargaan 91st Academy Awards yang akan diselenggarakan pada tanggal 24 Februari 2019 mendatang.

Dan beberapa kategori Oscar yang kami prediksikan akan diraih oleh film ini di ajang pengharagaan tersebut diantaranya:

Best Picture

Best Director (Bradley Cooper)

Best Actor (Bradley Cooper)

Best Actress (Lady Gaga)

Best Supporting Actor (Sam Elliott)

Best Adapted Screenplay

Best Cinematography

Best Production Design

Best Sound Mixing

Best Original Song: “I’ll Never Love Again”

Apakah prediksi tersebut akan menjadi kenyataan? Well, kita lihat saja lagi nanti. Yang jelas apabila prediksi tersebut nantinya menjadi kenyataan, maka terbukti kalau kita memang sedang memasuki era baru di Hollywood: “The Gaga Era”.

TINJAUAN IKHTISAR
Storyline
Acting
Cinematography
Music Scoring
Marvin Ciputra
Well-experienced Entertainment-Journalist, Semi-Pro Singer, Musicholic, Movie Lovers, WWE (Pro-Wrestling) Fans, 30's-50's enthusiast, DC Fanboy, Star Wars Fanboy, overall a 1-stop entertainment machine :)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here