Peran Tom Hanks sebagai profesor Robert Langdon berlanjut di “Inferno”. Dalam promosi salah satu film terbarunya itu baru-baru ini, aktor peraih Oscar tersebut menceritakan transformasi dan penilaiannya terhadap tokoh Langdon yang merupakan ahli simbol di film ketiga yang diangkat dari novel karya Dan Brown.
Menurutnya, perjalanan dan petualangan Langdon di “Inferno” memang lebih kompleks dan nyata. Sebab, permasalahan yang diangkat adalah mengenai ancaman pemusnahan manusia di tengah isu populasi dunia yang semakin tak terkontrol.

“Menjadi gagasan yang menarik ketika masalah yang diangkat adalah masalah nyata tentang kepadatan populasi manusia yang tak terkontrol,” ungkap Hanks saat diwawancarai di sela acara “Sony Pictures: Summit Singapore”.

Director Ron Howard, actor Tom Hanks and Irrfan Khan attends the "Inferno" red carpet and photo call at the ArtScience Museum at Marina Bay Sands on June 14, 2016 in Singapore.
Director Ron Howard, actor Tom Hanks and Irrfan Khan attends the “Inferno” red carpet and photo call at the ArtScience Museum at Marina Bay Sands on June 14, 2016 in Singapore. ( Photo From : comingsoon.net )

“Karena itu memang sungguh bisa terjadi karena kasus atau masalahnya memang sangat modern,” kata peraih Oscar berturut-turut dalam film “Philadelphia” (1993) dan “Forrest Gump”(1994) tersebut.

Film lanjutan “The Da Vinci Code” dan “Angels & Demons” ini menceritakan terancamnya dunia oleh virus pemusnah massal yang bisa menghilangkan seluruh manusia di muka bumi.

Ilmuwan dan miliarder Bertran Zobrist yang diperankan Ben Foster menciptakan virus yang sangat berbahaya tersebut. Menjadi masalah ketika Zobrist tewas bunuh diri dan Langdon berpacu dengan waktu demi mencegah ancaman yang mungkin terjadi.

Zobrist menciptakan virus tersebut karena terinspirasi gambaran neraka lewat puisi “Inferno” karya sastrawan besar Italia, Dante Alighieri.

inferno2

 

Berbeda dengan dua film sebelumnya, “Inferno” tak cuma erat dengan unsur religi dan sejarah. Tapi, juga menghadirkan isu global yang memang dekat dengan masyarakat saat ini.

Ada pendapat dari Hanks yang menyatakan bahwa tokoh Langdon sebagai ahli simbol bisa disebut sebagai pahlawan dalam dunianya tersebut. “Well, yang aku suka tentang Robert Langdon adalah ia memang pantas disebut pahlawan meski dia hanya menggunakan intelektualitasnya,” sambung Hanks ramah menjelaskan.

“Persoalannya adalah tak semua masalah bisa diatasi hanya dengan itu. Tapi ia harus mencari jalan pintas bagaimana memecahkan kasus ini karena terus diburu waktu,” sambungnya sambil tertawa.

Hanks yang ditemani sang sutradara sekaligus produser, Ron Howard menambahkan, ia sepakat tentang sosok Hanks sebagai pahlawan. Aktor bernama asli Thomas Jeffrey Hanks tersebut menyukai tokoh yang ia perankan ketiga kalinya ini. Ia punya penilaian karena seorang pahlawan atau superhero sekalipun selalu punya kelemahan.

“Jadi aku setuju jika ia memang disebut pahlawan karena di sini ia memang menjadi penyelamat. Dan aku menyukainya karena sebagai pahlawan akhirnya ia tetap sendiri di dunianya,” terangnya.

Selain Hanks dan Foster, Felicity Jones, Irrfan Khan sampai Omar Sy juga membintangi film yang akan tayang pada akhir Oktober mendatang.