Yuk Kenali Lebih Jauh 7 Pesawat Star Wars Yang Ikonik Ini!

0
62

Star Destroyer, Millennium Falcon, X-Wing, Y-Wing. Pastinya nama-nama pesawat luar angkasa ini, sangatlah familiar bagi kamu-kamu yang pernah menyaksikan atau memang fanboy dari franchise opera luar angkasa,  Star Wars. Tapi terlepas familiar di mata dan telinga, apakah kamu benar-benar mengenal atas, bawah, luar dan dalam Pesawat star Wars ini?

Nah, melalui pembahasan kali ini, kami ingin mengajak kalian untuk mengenali lebih dalam lagi, 7 pesawat luar angkasa super ikonik dari franchise hit karya George Lucas ini. Tanpa panjang lebar lagi, yuk kenalan Geeks!

 


Millennium Falcon


Dikarenakan baru akhir Mei kemarin kita menyaksikan prekuel sekaligus spin-off, Solo: A Star Wars Story, maka kami yakin banget sebagian besar kalian, masih ingat dengan asal-usul / latar belakang pesawat milik Lando Calrissian (Donald Glover) dan Han Solo (Alden Ehrenreich) ini. Oleh karenanya, di poin ini kami hanya akan sekedar me-refresh memori kalian saja.

Ya, Millennium Falcon pada dasarnya adalah pesawat jenis Light Freighter yang dibuat oleh Corellian Engineering Corporation. Pesawat ini memiliki sistem mesin semi-ringan (sublight) yang kemudian dimodifikasi dengan alat penambah kecepatan (overdrive) bernama SLAM.

Dengan modifikasi tersebut, membuat proses akselerasi pesawat ini semakin cepat dan bahkan seperti kita tahu, mampu menembus kecepatan cahaya (light speed). Sistem persenjataan Millennium Falcon, dilengkapi oleh dua meriam laser CEG tipe AG-2G. Nah meriam laser ini juga sudah diberikan peningkatan (enhancement) di bagian aktuator dan gasnya yang alhasil, membuat jangkauan serta kerusakan yang diciptakan benar-benar besar.

Sedangkan sumber tenaga (power) Falcon, berasal dari komputer yang diciptakan dari 3 otak droid atau yang lebih dikenal dengan sebutan Quadex Power Core. Dan seperti kita lihat di Solo: A Star Wars Story, salah satu droid yang otaknya digunakan sebagai sumber Quadex, adalah L3-37 (Phoebe Waller-Bridge). Sumber tenaga ini, tidak hanya memberikan tenanga untuk terbang saja, namun juga berfungsi untuk mengarahkan rute-rute yang aman untuk dilewati terutama, ketika mencoba untuk melewati blokade kapal kekaisaran.

Oh ya, satu lagi, Falcon mampu menembus rute / jalur penyelendupan aka Kessel Run, kurang dari 12 Par Secs. Dengan seluruh fitur keren ini, maka tidak heran apabila Solo dan Lando rela bertaruh Sabacc mati-matian hanya demi untuk memperebutkan pesawat ini.

 


Star Destroyer


Star Destroyer adalahpesawat besar bertenaga yang kerap digunakan oleh pihak kekaisaran dan terakhir First Order ketika berperang melawan masing-masing  Rebel Alliance dan The Resistance. Menurut seluruh penduduk di galaksi, Star Destroyer adalah peswat yang paling banyak sumber daya (resource) daripada pesawat-pesawat lainnya.

Dengan seluruh sumber yang dimiliki ini, alhasil membuat Star Destroyer menjadi pesawat tempur yang sangat berbahaya. Dan tentunya kamu sudah lihat sendiri bukan seberapa berbahayanya peswat ini di trilogi orisinil filmnya (baca: Episode 4-6) dulu?

Sekilas, Star Destroyer terlihat mirip satu sama lain. Padahal sesungguhnya, terdapat 10 tipe / jenis Star Destroyer berbeda. Diantaranya adalah:

  • Imperial-Class Star Destroyer
  • Interdictor-Class Star Destroyer
  • Mega-Class Star Destroyer
  • Qaz-Class Star Destroyer
  • Resurgent-Class Star Destroyer
  • Secutor-Class Star Destroyer
  • Executor-Class Star Dreadnought
  • Tector-Class Star Destroyer
  • Venator-Class Star Destroyer
  • Victory-Class Star Destroyer     

Nah, khusus untuk Mega-Class Star Destroyer, pesawat ini juga dikenal dengan sebutan Mega-Class Star Dreadnought. Pesawat ini diperlihatkan di Star Wars Episode 7: The Force Awakens (2015), sebagai pesawat yang dimiliki oleh pemimpin The First Order, Supreme Leader Snoke (Andy Serkis).

 


Slave I


Pesawat yang dimiliki oleh ayah-anak pemburu bayaran (bounty hunter) Jango dan Bobba Fett ini, diproduksi oleh Kuat System Engineering. Pesawat berbentuk unik ini, memiliki total akselerasi maksimum sebesar 2.700 G dan kecepatan maksimumnya ketika berada di atmosfir, bisa mencapai 1000 kph. Memiliki 2 tempat duduk untuk posisi pilot dan co-pilot.

Untuk sistem persenjataannya, pesawat tipe pursuit craft ini dipersenjatai oleh Meriam tembakan berputar ganda, Meriam laser, Meriam Ion, Tractor Beam Projector dan tentunya Peledak Seismik (Seismic Charges) yang seperti kita lihat di Star Wars Episode II: Attack of the Clones (2002), digunakan Jango (Temuera Morrison) untuk kabur dari kejaran Obi-Wan Kenobi (Ewan McGregor).

Setelah Jango tewas di tangan Mace Windu (Samuel L. Jackson), Bobba (Jeremy Bulloch), mengambil alih Slave I dan menggunakannya di Star Wars Episode V: The Empire Strikes Back (1980) untuk “mengirim” Han Solo (Harrison Ford)  yang sudah di-karbonit ke Jabba the Hutt.

 


X-Wing


Pesawat yang sering digunakan pihak protagonis franchise film ini, X-Wing pada dasarnya adalah pesawat tempur aka Star Fighter. Pesawat ini dipersenjatai oleh 4 tembakan laser yang terdapat di 4 bagian sisi sayapnya (S-Foils) danpeluncur proton torpedo di bagian badannya. Bagian kaca atasnya juga terdapat sedikit ruang yang memungkinkan pilot untuk meletakkan droid perbaikan seri R yang tentunya sangat vital perannya ketika pesawat sedang mengalami kerusakan.

Layakanya seperti pesawat lainnya, X-Wing juga memiliki ragam nomor seri / tipe. Di masa perang Galactic Civil, pihak pemberontak (Rebel Alliance) menggunakan seri T-65B dan  di masa perang di planet Yavin dan Endor, mereka menggunakan seri T-65C-A2. Seri T-70 digunakan oleh seluruh pilot Resistance dan seri T-85 digunakan oleh armada pertahanan New Republic.

 


Ebon Hawk


Bagi kalian yang hanya menyaksikan film dan seri Star Wars, mungkin kamu agak asing dengan pessawat jenis Dynamic-class Freighter ini. Wajarlah. Pasalnya pesawat yang juga kerap dijadikan sebagai pesawat penyelundup ini, baru ditampilkan dan ngetop melalui game hit, Star Wars: Knights of the Old Republic (2003)

Ebon Hawk adalah salah satu pesawat legendaris di universe Star Wars. Pasalnya, pesawat ini sudah ada semenjak Perang saudra Jedi (Jedi Civil War). Pesawat ini digunakan oleh Sith Lord top, Dark Revan, untuk kabur dari planet Taris yang menjadi salah satu planet yang dihancurkan di masa perang tersebut.

Namun, setelah dirinya beralih menjadi Jedi, Revan menggunakan Ebon Hawk untuk mencari pesawat raksasa penghasil pertahanan mumpuni, Star Forge. Terlepas kapal jadul, tapi Ebon Hawk tidak kalah mumpuninya dari pesawat-pesawat era Republik dan Kekaisaran.

Ebon Hawk memiliki 4 turret turbo laser, 2 meriam laser quad, dan proton torpedo. Namun, fitur Ebon Hawk yang paling gokil, adalah modifikasi hyper drive yang membuat pesawat ini, sebagai salah satu pesawat tercepat di zamannya. Bahkan dirinya juga dianggap sebagai pesawat tercepat di teritori Outer Rim. Setelah Revan, pemilik Ebon Hawk kerap berganti-ganti. Namun pergantian-pergantian ini, justru membuat pesawat ini kerap mengalami puluhan modifikasi dan perbaikan yang akhirnya membuat pesawat ini semakin mumpuni saja.

 


Ghost


Ghost sebenarnya adalah pesawat freighter ringan tipe VCX-100 yang telah dimodifikasi. Ghost berfungsi sebagai pesawat transport (perjalanan). Terlepas berfungsi sebagai transport. Bukan berarti Ghost tidak memiliki perlengkapan persenjataan yang mumpuni.

Ghost memiliki Turret jarak dekat (nose turret) yang terletak di bagian bawah cockpit, meriam laser sirip belakang yang bisa digerakkan 360 derajat, dan 2 peluncur proton torpedo. Selain itu, keseluruh mesin yang dimiliki Ghost telah diberikan modifikasi-modifikasi ilegal yang alhasil, membuat kapal ini sulit dideteksi oleh blokade kekaisaran.

Karena karakteristiknya yang sulit dideteksi tersebut, oleh karenanya, pemilik awal pesawat ini, Hera Syndulla menyebutnya seperti hantu (Ghost). Oh ya, Ghost juga memiliki dua pesawat kecil (vessels) yang bisa berfungsi sebagai pesawat transport sementara (shuttle) dan pesawat petarung (starfighter). Ksatria Jedi, Kanan Jarrus pernah menjadi kru dari pesawat ini.

 


Naboo Royal Starship


Pesawat yang digunakan oleh ibu kandung Luke Skywalker (Mark Hamill), Queen Amidala (Natalie Portman) di Star Wars Episode I: The Phantom Menace (1999) ini, merupakan pesawat tipe J-327 Nubian yang super duper langka. Oleh karenanya, tidak heran apabila Watto (Andy Secombe) sangat greget banget untuk mendapatkan pesawat ini di filmnya.

Tidak seperti pesawat kebanyakan, Naboo Royal Starship, tidak memiliki sistem persenjataan apapun. Namun, memiliki perisai yang super kuat. Selain itu, peswat yang dibuat oleh Theed Palace Space Vessel Engineering Corps ini, memiliki interior ruang dalam yang sangat besar dan luas. Selain kokpit dan ruang lainnya, peswat ini juga memiliki Throne Room dimana sang ratu atau raja, melakukan bisnis dan menerima tamunya.

Rancangan tampilan pesawatnya memang dirancang seindah dan seelegan mungkin agar dapat merefleksikan identitas dan prestis pemiliknya.

 

Nah Geeks. Itulah tadi pembahasan detail nan mendalam dari ketujuh pesawat ikonik di franchise Star Wars. Bagaimana nih tanggapan kalian dengan pembahasan ini? Dan dari 7 pesawat ini, yang manakah yang merupakan favorit kalian?

Well-experienced Entertainment-Journalist, Semi-Pro Singer, Musicholic, Movie Lovers, WWE (Pro-Wrestling) Fans, 30's-50's enthusiast, DC Fanboy, Star Wars Fanboy, overall a 1-stop entertainment machine :)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here