8 Persaingan Marvel vs DC Yang Paling Dikenang

Layaknya Coca Cola dengan Pepsi, Microsoft dengan Apple atau Burger King dengan McDonald’s, hal yang sama juga bisa dikatakan antara Marvel dengan DC. Ya, dikenal juga dengan istilah Marvel VS DC, persaingan antara 2 raksasa komik superhero ini, masih terus berlangsung hingga detik ini.

Walau sekarang persaingan yang ada terlihat “agak sehat”, kenyataannya di awal-awal, persaingan keduanya sempat “panas” dan bahkan sampai “menggila”. Lumayan banyak persaingan keduanya yang bagaikan sedang perang dunia. Namun diantara semuanya, rasanya hanya 8 persaingan gokil inilah yang paling dikenang.

 


Hak Nama Captain Marvel


Kami yakin. Masih ada sebagain Geeks yang merasa bingung dengan adanya 2 nama Captain Marvel di masing-masing DC dan Marvel. Kenapa ada 2? Apakah Marvel duluan yang menggunakan namanya? Oke-oke. Akan kami jelaskan.

Konflik ini sebenarnya berawal sejak tahun 1940an. Kala itu Captain Marvel aka Shazam diciptakan / diproduksi oleh Fawcett Publications. Yap benar banget bukan diciptakan oleh DC Geeks! Nah, kala itu, karakter ini ngetop banget. Saking ngetopnya, penjualan komiknya sampai melampaui penjualan komik Superman milik DC.

Entah apa juga dikarenakan faktor kekalahan tersebut, DC pun menuntut Fawcett dengan alasan seluruh atribut khususnya, super power yang dimiliki Shazam, sangat mirip dengan Superman. Ya ada benarnya juga sih Geeks. Singkat kata, perseteruan legal ini, berakhir di tahun 1953 dengan putusan bahwa Fawcett, harus menghentikan perilisan komik Captain Marvel AKA Shazam.

Pasca putusan ini, DC pun langsung membeli hak karakter ini dan kemudian, resmi menyertakan Shazam ke dalam universe mereka. Nah, ketika DC sedang sibuk mengurusi surat-surat legal pengambilan hak Shazam ini (semua urusan baru benar-benar selesai tahun 1991), Marvel di tahun 1967, merilis superhero bernama Captain Marvel. Merasa bahwa mereka yang pertama menggunakan nama tersebut, di tahun 1974,  publisher DC kala itu, Carmine Infantino, mencoba melawan balik Marvel.

Namun terbukti, super power yang dimiliki Shazam, tidaklah sebanding dengan “kekuatan super” yang dimiliki oleh tim pengacara Marvel. Alhasil, daripada menjadi ribet dan panjang lebar lagi, DC pun akhirnya mengalah. Alhasil Captain Marvel milik mereka pun dirubah total menjadi Shazam.

 


Komen Pedas Stan Lee Terhadap DC


Terlepas dirinya adalah salah satu “empu” Marvel dan faktanya juga pernah berkontribusi menulis storyline “Just Imagine” bagi komik DC di tahun 2001-2002, seorang Stan Lee, nyatanya pernah memberikan sindiran-sindiran pedas terhadap kompetitornya tersebut.

Di salah satu kesempatan, Lee bahkan pernah mengatakan bahwa DC adalah komik yang ditulis dan digambar dengan kualitas buruk dan tukang meniru apa yang dilakukan oleh Marvel. WOW gile gak tuk Geeks? Buntut dari perkataan pedas Lee ini pun cukup panjang. Pasca penyataan Lee tersebut, DC dan Marvel terlibat perang sindir-sindiran hebat Yang mana salah satunya adalah penciptaan Inferior Five oleh DC yang dimaksudkan sebagai sindiran terhadap Fantastic 4 milik Marvel.

 


Parodi Brutal Jack Kirby Terhadap Stan Lee


Tidaklah dipungkiri bahwa Stan Lee & Jack Kirby, adalah dua nama yang tidak bisa dipisahkan di dalam dunia komik. Bersama-sama di tahun 50an, keduanya menciptakan karakter-karakter ikonik Marvel seperti: Fantastic 4, X-Men dan The Hulk. Sayangnya, kerjasama indah keduanya, berakhir menyedihkan ketika di tahun 70an, Kirby hengkang ke rival mereka, DC.

Bukan tanpa alasan Kirby melakukan langkah super mengagetkan ini. Kala itu, Kirby sudah merasa muak karena dirinya merasa diperlakukan secara tidak adil sebagai co-creator oleh sahabatnya tersebut. Menumpahkan rasa frustasinya, Kirby pun menciptakan karakter Funky Flashman di komik Mister Miracle Vol.1 #6 tahun 1972.

Bisa ditebak karakter yang juga sosok villain ini, adalah bentuk parodi dari mantan kolega sekaligus sahabatnya tersebut. Funky Flashman digambarkan sebagai sosok villain yang “haus” uang dan Marvel, digambarkan sebagai ladang perbudakan. Tak pelak penggambaran ini membuat Lee sakit hati banget. Dan gara-gara parodi ini, Lee pun akhirnya memutuskan untuk tidak memelihara brewok khasnya agar tidak terlihat mirip seperti Funky Flashman.

 


Menyalahkan Satu Sama Lain Akibat Rencana Cross-Over Yang Gagal Total


Dari pertengahan 70an hingaa awal 80an, Marvel & DC, sedang berada di masa-masa “adem”. Saking ademnya, pada tahun 1983, keduanya berencana untuk berkolaborasi menciptakan storyline cross-over perdana antara The Avengers dan Justice League. Awalnya, semua telihat oke-oke saja. Tapi di tengah prosesnya, semuanya menjadi kacau balau.

Kekacauan dimulai ketika penulis sekaligus kreator tim superhero The Avengers dan The New Teen Titans, George Perez, menyalahkan Marvel dan DC yang sengaja mengulur-ulur waktu perilisan komik ambisius ini. Bukan tanpa alasan Perez merasa kesal. Perez telah menggambar seluruh konsep cross-over-nya selama hampir 2 tahun.

Walau alasan kekesalan tersebut terlihat sangat lumrah, tapi apa yang dilakukan Perez ini berbuntut panjang. Tak lama berselang, editor in-chief Marvel saat itu, Jim Shooter, menyatakan bahwa alasan utama mengapa rencana cross-over besar ini tertunda, dikarenakan konsep outline story yang dikirimkan DC tidak cukup baik. Shooter mengatakan bahwa dirinya telah mencoba menghubungi DC terkait revisi ulang konsep kisahnya tersebut, namun menurutnya, DC tidak pernah merespon balik.

Tidak terima pernyataan tersebut, editor in-chief DC, Dick Giordano, menyalahkan Shooter balik yang menurutnya, Shooter kerap mengulur-ulur waktunya ketika diharapkan oleh DC untuk memberikan keputusan kretaifnya. WOW mana yang benar, mana yang salah? Siapapun itu, yang jelas akibat salah-salahan ini, rencana cross-over ambisius tersebut pun berakhir gagal total.

 


F-Word Frontal Yang Keluar Dari Mulut David Ayer


Di era super moderen dan penuh toleransi saat ini, bisa dibilang persaingan antara Marvel & DC sudah sangat sehat. Keduanya saling menghormati satu sama lain. Tapi sepertinya sutradara Suicide Squad (2016), David Ayer, belum mengetahui akan hal ini.

Spesifiknya, ketika sedang melakukan premier film tim super villain DC tersebut di New York, Ayer men-echo salah satu pengunjung yang meneriakkan kata “F-MARVEL”. Gilanya, ketika menggaungkan kata tersebut, dirinya sedang direkam oleh puluhan HP pengunjung. Alhasil, pekataan Ayer ini, menyulut kemarahan fans Marvel.

Untuglah tak berapa lama, sutradara asal Illinois tersebut, langsung meminta maaf sekaligus mengakui bahwa tindakannya tersebut tidaklah lebih dari kesalahan yang kerap dilakukan ketika sedang “terbawa suasana”. Sekali lagi, untung Ayer langsung meminta maaf. Kalau tidak, bisa dipastikan perang besar DC-Marvel akan terjadi lagi.

 


Kedua Kubu Memiliki Mata-Mata


Walau terdengar sangat gila, namun menurut penulis sekaligus jurnalis, Reed Tucker, kedua kubu nyatanya memanglah memiliki mata-mata (spy) yang diam-diam memberitahukan rencana apa yang akan dilakukan oleh komik mereka terhadap pihak rival.

Salah satu contoh kasus yang ngetop adalah ketika di tahun 1971, DC mencurigai salah satu karyawannya, memberikan bocoran-bocoran terkait rencana yang akan mereka lakukan ke Marvel. Untuk membuktikan kecurigaan tersebut, Petinggi DC kala itu, berinisiatif menuliskan memo rencana palsu yang berisikan bahwa mereka akan merilis komik berjumlah 500 halaman.

Benar saja Geeks. Seketika memo ini dirilis, pegawai DC yang dicurigai tersebut termakan pancingan yang lalu melaporkan rencana palsu tersebut ke Marvel. Selepas kasus si satu pegawai ini, DC pun semakin gencar untuk menumpas seluruh mata-mata orang dalam ini hingga detik ini.

 


Kontroversi Wonder Man


Dari namanya saja sudah terlihat jelas bahwa sosok superhero bernama asli Simon Williams ini, cepat atau lambat, akan memancing-mancing sang rival, DC. Memang Wonder Man, adalah seorang pria dan memiliki kekuatan super yang sedikit berbeda dari Wonder Woman-nya DC. Namun tetap saja, hal ini tidak menghentikan DC untuk menuntut Marvel.

Tidak mau jadi berlarut-larut, Stan Lee pun mengalah dan Wonder Man pun dimatikan. Namun gokilnya, di kala Lee sudah mengalah, di tahun 1976, DC  malah melakukan  tindakan mengesalkan dengan menciptakan Power Girl. Dikatakan mengesalkan karena 4 tahun sebelumnya, Marvel telah lebih dulu menciptakan karakter Power Man.

Power Man nantinya berganti nama menjadi Luke Cage. Merasa kesal dengan tindakan DC tersebut, Lee pun merestui dibangkitkannya kembali sosok Wonder Man. Dan seperti kita tahu, Wonder Man, masih terus menjadi salah satu superhero di universe komik Marvel hingga detik ini.

 


Sabotase Rating Black Panther di Rotten Tomatoes


Dan inilah contoh otentik dari perang DC-Marvel yang terjadi di era digital sosial media saat ini. Jadi pasca film MCU Black Panther dirilis 16 Februari 2018 lalu, terdengar kabar bahwasanya, fans DC akan memastikan perolehan rating Rotten Tomatoes dari film ke-18 MCU ini berada di angka rendah atau dengan kata lain, mengecewakan.

Setelah melakukan investigasi yang lumayan intensif, terungkap bahwasanya, isu ini disulut oleh grup yang beberapa bulan sebelumnya, juga menginginkan agar Star Wars: The Last Jedi, ditarik dari canon ceritanya. Padahal faktanya, sebagian besar fans DC saja geram dengan kabar ini.

Melihat masalah yang cukup serius ini, pihak RT pun memastikan agar rating Black Panther tetap netral atau alamiah. Bahkan pihak Facebook pun turut mengambil andil dengan memblokir fan page yang bertuliskan “Anti T’Challa. Usaha keduanya berhasil dan rating Rotten Tomatoes Black Panther yang kita lihat hingga detik ini, memanglah rating murni tanpa adanya sabotase apapun.

 

Nah Geeks. Itulah atdi kedelapan persaingan Marvel VS DC yang paling ngetop, brutal, dan dikenang hingga detik ini. Dari kedelapan persaingan ini, yang manakah yang membuat kalian terkejut banget ketika membacanya?

More For Every Geeks:

Created By :

Well-experienced Entertainment-Journalist, Semi-Pro Singer, Musicholic, Movie Lovers, WWE (Pro-Wrestling) Fans, 30’s-50’s enthusiast, DC Fanboy, Star Wars Fanboy, overall a 1-stop entertainment machine :)

2 thoughts on “8 Persaingan Marvel vs DC Yang Paling Dikenang”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *