The Punisher, Anti-Hero Pembantai Para Tokoh Marvel!

Created By :
Via is reader, writer, and music playlist consultant for Greenscene.co.id, she is our little sister.

The Punisher telah menjadi salah satu ikon karakter Marvel Comics yang banyak digemari oleh para Geeks untuk waktu yang lama,  ia pertama kali muncul dalam komik The Amazing Spider-Man #129 pada tahun 1974. Karakter anti-hero ini juga sempat di angkat ke versi live-action dan diperankan oleh beberapa aktor. Namun yang terbaru, Jon Bernthal di plot sebagai Frank Castle a.k.a The Punisher dan memulai debutnya di season kedua Daredevil dan mendapat tanggapan yang luar biasa dari para Geeks. Dan kini, kita bisa melihat aksi Jon Bernthal kembali dalam perannya sebagai The Punisher, setelah serial solonya mulai dirilis pada tanggal 10 November 2017 kemarin melalui layanan streaming Netflix.

Dibalik itu, mungkin ada para Geeks yang belum familiar dengan karakter ini dan penasaran dengan seberapa The Punisher. Nah sembari mencari tahu, mari kita ulas juga berbagai fakta menarik dari karakter ini. Langsung aja yuk Geeks, simak pembahasannya di bawah ini.


1. The Punisher adalah Anti-hero

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya Geeks, Frank Castle tidak akan segan-segan untuk membunuh orang-orang yang dianggapnya layak mendapatkan hukuman. The Punisher akan melakukan pembunuhan dan memakai strategi yang curang demi menegakan keadilan, itu sebabnya yang membuat Frank menjadi anti-hero.

Tidak seperti kebanyakan pahlawan anti-hero lainnya, Frank memiliki sejarah yang luar biasa dalam melanggar hukum untuk mencapai tujuannya. Dalam kisah awalnya sebagai The Punisher, ia melawan pengadilan dan memberantas kejahatan dengan caranya sendiri. Frank percaya, jalan satu-satunya agar para penjahat tidak mengulangi kejahatannya adalah dengan cara mengakhiri hidup mereka.


2. The Punisher membunuh seluruh superhero Marvel

Sebagai seorang anti-hero, tentunya The Punisher a.k.a Frank Castle tidak selalu dapat menyesuaikan dirinya dengan superhero lain atau bahkan para villain, meskipun ia sering bekerjasama dengan beberapa superhero Marvel lainnya. Dalam cerita perjalanannya, The Punisher memiliki beberapa musuh hebat diantaranya dari anggota superhero Marvel. Namun, ada juga superhero Marvel yang ia kagumi seperti Captain Amerika, tetapi lebih banyak yang membenci dirinya, karena cara The Punisher dalam membunuh lawannya tersebut dengan brutal langsung menggunakan pistolnya dan selalu melanggar hukum.

Geeks, salah satu versi komik yang paling terkenal dimana The Punisher membunuh seluruh anggota superhero Marvel Universe, yaitu berjudul ‘Punisher Kill The Marvel Universe’. Dalam cerita tersebut, ia dengan cerdas berhasil membunuh satu per satu para superhero termasuk para villain Marvel, dimulai dari karakter Cyclops. Selain itu, dalam versi komik ini diceritakan juga keluarga Frank ikut terbunuh ketika mereka terjebak ditengah pertempuran antara X-Men dan Avengers. Dengan segala kemarahan dan kebencian dalam dirinya terhadap orang-orang yang bertanggung jawab atas kematian keluarganya, sejak saat itu The Punisher mulai membunuh semua superhero yang terlibat dalam pertempuran tersebut dan ia pun mengakhiri aksinya, saat membunuh sahabat baiknya yaitu Matt Murdock (Daredevil).


3. The Punisher pernah mengalami kematian dan hidup kembali

Sama halnya dengan karakter komik lainnya, Frank Castle pun telah mengalami kematian dalam cerita komiknya, namun berhasil dihidupkan kembali. Tetapi bedanya, Frank dihidupkan kembali dengan tiga cara yang sangat berbeda.

Cara yang paling buruk yaitu The Punisher dihidupkan kembali ketika ia telah menjadi ‘Angle Punisher’. Setelah ia memutuskan untuk melakukan aksi bunuh diri, lalu Frank terpilih dan membuat sebuah perjanjian di Surga untuk menjadi malaikat. Namun akhirnya, ia merasa bosan dengan perjanjiannya tersebut dan meminta kepada sang malaikat untuk memberhentikannya sebagai ‘Angel Punisher’.

Kemudian, karakter The Punisher juga muncul dalam komik Dark Reign, dimana ia tewas ketika menghadapi Daken, yang merupakan anak dari Wolverine. Tentunya, Frank dihidupkan kembali oleh Morbius dan Man-Thing sebagai Franken Castle. Dalam versi ini, The Punisher beraksi bersama dengan para mosnter dan digambarkan sebagai sosok monster raksasa yang membawa senjata besar. Dan akhirnya, Franken Castle bisa kembali kekehidupannya sebagai manusia normal.


4. Terdapat dua komik The Punisher dengan simbol tengkorak yang berbeda

Satu hal yang sangat identik dan ikonik ketika melihat The Punisher adalah simbol tengkorak berwarna putih yang selalu berada di bagian dada bajunya. Simbol tersebut sudah ada sejak pertama kali ia beraksi sebagai The Punisher, yang mana simbol itu ditujukan Frank kepada siapapun yang tidak sejalan dengannya.

The Punisher yang asli dari Marvel Comics ini telah menggunakan simbol tersebut ketika ia dalam perang di Vietnam. Ia menjadi tahanan, saat dalam aksi memburu Sniper dari pihak lawan bernama ‘The Monkey’ yang memiliki kemampuan setara dengan Frank. Setelah berhasil melarikan diri, Frank memutuskan untuk meninggalkan pesan untuk ‘The Monkey’ dengan melukiskan simbol tengkorak didada para tahanan. Kemudian, setelah mengalahkan ‘The Monkey’ dan kembali ke Amerika, simbol tengkorak ini digunakan kembali oleh Frank untuk mengingatkan para musuhnya jika mereka sedang berurusan dengan The Punisher.

Lalu pada komik Punisher MAX diceritakan, bahwa simbol tengkorak putih yang ia lukis didinding itu muncul dalam mimpi Frank. Tengkorak tersebut menghantui dan mengingatkan Frank tentang kejadian perang yang bagi dirinya masih terus berlanjut. Dalam The Punisher versi MAX, mengisahkan jika Frank melukis simbol tengkorak di dadanya dengan cat semprot agar musuhnya mengira jika itu adalah kepalanya.


5. Frank adalah pecinta senjata api

Seperti yang Geeks ketahui, ada banyak anggota superhero dan villain yang memiliki alat persenjataan yang lengkap dan besar. Diantaranya adalah Batman, Green Goblin dan Iron Man. Namun, tidak ada yang bisa menandingi perlengkapan senjata yang dibawa The Punisher saat menjalankan aksinya. Tidak sedikit juga superhero yang membawa senjata banyak, seperti Deadpool, Deadshot, Cable, Jason Todd, dan Grifter, namun tetap tidak bisa menandingi jumlah senjata milik The Punisher. Saat melakukan aksinya sebagai The Punisher, Frank selalu membawa ratusan senjata miliknya. Seperti pistol, pisau dan perlengkapan taktis untuk menghadapi semua situasi dan tidak hanya satu jenis senjata yang ia bawa namun berbagai macam.

Dalam sebuah foto yang dibagikan melalui akun Instagram Jon Bernthal, ia berfoto tepat didepan gudang senjata yang menempel didinding, seperti dalam cerita komik Punisher Max. Dalam komik tersebut, disebutkan Frank sangat menyukai senjata mesin M60 yang saat itu ia gunakan dalam perang Vietnam, lalu M16A1 yang dimodifikasi dengan peluncur granat M203, dan pisau belati Gerber Mk2.


6.  Frank Castle adalah seorang veteran Vietnam

Salah satu hal yang membuat sosok The Punisher (Frank Castle) sangat menarik dan hebat adalah statusnya sebagai veteran perang Vietnam. Waktu yang ia habiskan selama dalam perang Vietnam tersebut, salah satunya yaitu untuk melatih dirinya agar menjadi kebaikan dalam hidupnya. Dalam perang itulah ia belajar melatih kemampuan dan naluri membunuhnya. Frank belajar taktik bertarung, mengoprasikan kendaraan, dan berlatihan berbagai jenis senjata.

Sama halnya dengan kebanyakan tentara lainnya, Frank masih sering dihantui oleh pengalamannya saat masih berada dalam situasi perang yang sebebarnya. Meski begitu, ia terampil dalam hal membunuh dan mempunyai kemampuan dari hasil latihan selama berada di Navy SEALS, Airborne School, dan Resimen Australian Special Air Service, namun Frank masih saja merasa ada konflik batin ketika ia hendak membunuh.

Pada akhirnya, Frank Castle kembali menggunakan keahlian membunuhnya sebagai seorang The Punisher, saat keluarganya dibantai dengan sangat brutal. Berkat pengalamannya selama masa perang di Vietnam, membuat Frank Castle menjadi pejuang tangguh yang mampu melawan supervillain, superhero, dan kelompok mafia.


7. Awalnya The Punisher dikenal sebagai villain

Dalam penampilan pertamanya, Frank Castle diperkenalkan sebagai villain dalam komik The Amazing Spider-Man #129 pada tahun 1974. Frank dikisahkan memburu Spider-Man atas perintah The Jackal yang menuduh Spider-Man bertanggung jawab atas kematian Norman Osborn. Tetapi Castle akhirnya sadar bahwa ia telah dijebak, setelah itu ia bekerjasama dengan Spider-Man untuk menghadapi The Jackal.

Dalam komik ini juga, kita bisa melihat transformasi Frank Castle/The Punisher yang awalnya dikenal jahat menjadi anti-hero yang kini menjadi karakter favorit para Geeks. Tampaknya itu konsep awal untuk karakter The Punisher yang diciptakan oleh Greg Conway, menjadikan Frank sebagai villain diawal, tetapi begitu The Punisher masuk kedalam cerita komik The Amazing Spider-Man #129, The Punisher menjadi anti-hero hingga saat ini.

_

Itu dia Geeks, 7 fakta mengenai The Punisher yang perlu kalian ketahui, meskipun karakternya telah muncul dalam serial Daredevil season 2, namun dirasa belum memperlihatkan semua keahlian yang dimiliki The Punisher. Kalian bisa melihat aksi dari Jon Bernthal a.k.a The Punisher dalam mini seri ‘The Punisher’ yang telah tayang di layanan streaming Netflix.

Dapatkan berita terbaru seputar film & entertainment lebih cepat dan mudah dengan bergabung di line official Greenscene.co.id. KLIK DISINI untuk bergabung.