[MOVIE REVIEW] Justice League, Sentuhan Magis Ala Zack Snyder

Created By :
Hi, i'm Syahrul! I run content, PR and co-founded Greenscene.co.id. Hit me up on my social media, and if you need to reach us, contact me on syahrul_falakh@greenscene.co.id

You Can’t Save The World Alone“, tagline tadi menjadi penggambaran yang kuat untuk film terbesar DCEU tahun ini yaitu Justice League. Dengan berbagai macam promo yang disajikan oleh Warner Bros & DC di berbagai platform media, menjadikan film yang disutradarai Zack Snyder ini menjadi film yang paling ditunggu kehadirannya di bioskop. Bila para Geeks menonton premiere Justice League di Indonesia pada tanggal 15 November kemarin, pastinya kalian merasakan antusias para penggemar DC melihat para superhero-nya bersatu pertama kali dalam versi live-action DC Extended Universe. DC yang merupakan salah satu publisher komik terbesar di Amerika seperti tidak mau kalah bersaing dengan saingannya Marvel untuk memulai franchise Universe mereka yang diawali oleh film Man of Steel di tahun 2013 sampai dengan solo movie Wonder Woman yang sukses di tahun 2017.

Seperti yang Geeks ketahui bahwa film yang memiliki ‘universe’ akan memiliki cerita yang berkesinambungan dengan film sebelumnya, hal ini pun jelas dilakukan oleh DCEU untuk membentuk cerita Justice League. Pastinya kalian berasumsi bahwa Justice League ini merupakan film terbesar DCEU dan Justice League seperti memberi jawaban mutlak lewat alur cerita yang disuguhkan oleh dua penulisnya yaitu Chris Terrio dan Josh Whedon. Film ini berhasil merangkum sisa cerita yang disajikan DCEU di empat film terakhir mereka, dengan storyline yang melibatkan tempat atau kejadian dari film mereka sebelumnya ,terutama film Batman Vs Batman : Dawn of Justice & Wonder Woman. Jadi apabila Geeks belum sempat menyaksikan dua film tersebut kalian akan sedikit kebingungan mengikuti alur cerita Justice League sama seperti halnya Marvel Cinematic Universe.

Bagi kalian yang sudah menonton Batman VS Superman maupun solo movie Wonder Woman pastinya kalian sudah mengetahui keperkasaan Ben Affleck dalam memerankan Batman a.k.a Bruce Wayne dan kelembutan Gal Gadot memeranakan Wonder Woman a.k.a Diana Prince. Tetapi yang menarik dalam Justice League telah membawa karakter Batman seperti kembali ‘back to roots‘ seperti yang dihadirkan oleh sutradara Tim Burton dalam solo movie Batman di tahun 1989. Selain dua karakter tersebut, kali ini editor membahas tiga karakter baru yang memulai debutnya di DCEU yaitu The Flash, Cyborg & Aquaman. Pertama untuk karakter The Flash yang di perankan oleh aktor Ezra Miller ini mampu membuat suasana film tidak membosankan, Ezra Miller sangat membaik membawa karakter Barry Allen sebagai karakter periang sebagai ‘pencair suasana’, dirinya juga mampu membawa karakter lain menjadikan suasana film ini lebih santai untuk ditonton, seperti yang kalian tahu bahwa dalam film DCEU sebelumnya dipenuhi dengan jalan cerita yang sangat serius dan dipenuhi dengan ketegangan.

Beralih ke segi cerita dalam film ini, dari awal mulai film Justice League sangat mudah ditebak maksud dan tujuannya kemana. Entah kenapa Zack Snyder maupun DC selalu menyajikan cerita yang terbilang ringa. Namun mereka mampu menutupi kekurangannya itu dengan menyelipkan cerita yang mampu membuat Geeks berspekulasi ataupun ber-teori sendiri setelah kalian menyaksikan Justice League. Beribu pujian sepertinya layak dilontarkan kepada dua sutradara Zack Snyder dan Josh Whedon, sebelumnya kalian pasti tahu bahwa Zack Snyder meninggalkan proyek film Justice League sehingga akhirnya Josh Whedon menyelesaikan film ini. Mungkin karena kepiawaian Josh Whedon menampilkan aksi-aksi pertarungan yang memukau, karakter superhero dalam film Justice League lebih mempunyai feel action yang memanjakan mata sama seperti saat kalian menyaksikan Avengers : Age of Ultron. Sementara pengambilan gambar yang disajikan Zack Snyder dalam film ini sangat memperlihatkan ketajaman gambar yang tinggi, terlihat saat pengambilan close-up dari pemeran-pemerannya maupun suasana yang dipenuhi dengan efek CGI. Berbicara tentang CGI, Geeks dengan sekilas mampu melihat perbedaan antara pengambilan gambar di studio mana yang langsung dilokasi syuting.

Terlepas dari kekurangan film ini, angka 4 dari 5 layak diberikan untuk film ini. Justice League mampu menutup kekurangannya itu dengan adegan pertarungan yang sangat epik terutama saat melawan Steppenwolf. Selain itu, backsound yang disajikan mampu menyesuaikan keadaan dalam film ini, terutama dua soundtrack yang dinyanyikan oleh penyanyi Sigrid ‘Everybody Knows’ dan lagu remake the Beatles ‘Come Together’ yang dinyanyikan oleh Gary Clark yang mampu menggambarkan tagline kekompakan dalam film Justice League. Sepertinya Justice League akan menjadi film kedua DCEU yang akan mendapatkan banyak pujian positif setelah Wonder Woman.

 

  • Belai

    Roten tomat skor 46…payah yah….semoga ga nyampah kek suicid sqd

  • Syahrul Falakh

    Hahaha Iya, semoga aja ga berdampak ke film Flashpoint juga yah

  • niko

    ga percaya gue sama rotten, banyak politiknya

  • Ferlupito

    gua serasa nonton SING waktu pengenalan tokohnya.
    Dan kayak nonton Age Of Ultron waktu perang lawan Steppenwolf

  • Rahmad

    ceritanya lebih bagus dawn of justice, tapi aksinya Batman lebih bagus disini, ada humor nya juga. memang ceritanya lebih sederhana, gak seheboh man of steel. 7,5 for story, 8 for action.

  • Jhoni Sugiartha

    diawal keren….tapi kenapa setelah munculnya Supes filmnya kesannya kayak buru buru gimana gitu…

    dan ada beberapa penggunaan CGI yg kelihatan banget…padahal bukan pas adegan bertarungnya….hehehehe tapi komedi nya dapet banget!! nilai overall 7,5 deh!!

  • Sinetron Maniac

    Wow banyak kritikus film disini.