Sutradara Ini Merasa Tertantang Untuk Menggarap Film Remaja Berjudul Posesif

Adipati Dolken dan Putri Marino akan berpasangan untuk bermain dalam sebuah film remaja bertajuk POSESIF. Film yang digarap oleh Edwin, sutradara yang dikenal dengan karya kategori arthouse ini, mencoba masuk ke zona komersil dengan mengangkat tema yang digandrungi oleh para kawula muda saat ini.


Keterlibatan Edwin dalam produksi film pertama milik Palari Films ini menjadi bahasan yang menarik jika melihat latar belakangnya. Sebelumnya Edwin pernah membuat dua film arthouse seperti Babi Buta Yang Ingin Terbang pada tahun 2008 dan Postcards From The Zoo pada tahun 2012. Kedua film Edwin tersebut tidak ditayangkan dibioskop konvensional, namun telah ditampilkan dalam festival-festival luar negeri dan diputar secara terbatas setelah penayangan dalam festival.

Edwin membuat film ketiganya yang kali ini akan tayang dibioskop. Film dengan tema kisah cinta remaja memang sudah lama diimpikan oleh sang sutradara untuk diproduksi. Melihat dari film sebelumnya, edwin memang berada dizona nyamannya. Tampaknya, ditahun 2017 ini ia mencoba membuat keluar dari zona nyaman tersebut setelah sadar bahwa zona nyaman tidak memberi sebuah tantangan untuk seorang filmmaker. Dilansir dari Kapanlagi.com, berikut kutipan Edwin dibawah ini Geeks:

“Masalahnya saya butuh tantangan. Membuat film itu sebuah petualangan, kalau film saya sebelumnya memiliki pola dan berada dizona nyaman yang tidak menguntungkan. Itu sebabnya, saya mau mencoba ke zona yang baru. Ini sesuatu yang menyenangkan bertemu dengan orang baru” ungkapnya.

Sumber Foto : Detik.com

Setelah menjalani proses produksi, ternyata Edwin menemukan sesuatu yang menyenangkan untuk dirinya sendiri ketika dipertemukan dengan aktor dan aktris yang bersinergi membuat hiburan berkualitas. “secara teknik menyenangkan. Yang saya tekankan difilm ini, saya ingin sekali mengeksplor tentang akting dan saya bertemu dengan orang yang memberikan segalanya untuk akting. Saya yakin film ini punya kualitas akting yang bisa dibanggakan” tambahnya.

Film yang disutradarai oleh Edwin, diproduseri oleh Mieske Taurisia dan Muhammad Zaidy, dan ditulis oleh Gina S Noer ini mengisahkan tentang Lala seorang atlet loncat indah bukan karena ayahnya yang melatih, tapi karena seseorang bernama Yudhis murid baru disekolahnya. Yudhis berhasil mengikat hati Lala hanya untuk dirinya dan membuat gadis itu berjanji untuk setia selamanya. Cinta yang diberikan Yudhis kepada Lala awalnya tampak sederhana, namun menjadi rumit dan berbahaya. Film ini akan tayang dibioskop Oktober 2017 mendatang, jangan sampai kelewatan ya Geeks.

Foto Header : femindonesia.com

Senior Editor of Greenscene.co.id
More posts:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *